KBIH Attaqwa Jadwalkan Wisata Ziarah ke Hong Kong dan China

0 79
Kelompok Bimbingan Ibadah Haji (KBIH) Attaqwa menjadwalkan wisata ziarah ke Hong Kong dan China bulan depan. Tur ini mengungkapkan untuk membawa lebih dekat ke Islam di China dan Hong Kong dalam kehidupan Islam di Indonesia.

Sementara di Hong Kong dan China, Sekretaris Jenderal IHR Ataqwa, H Nurul Anwar Amin mengatakan kepada Beritalima.com, Selasa (17/7), selain mengunjungi pusat-pusat peziarah Muslim di negeri Tirai Bambu juga menonton film ‘Rindu Baitulloh’ dengan orang Indonesia ada di sana. “Banyak orang Indonesia di sana, khususnya di Hong Kong. Mereka termasuk mereka yang tidak bisa lepas dari sentuhan dakwah,” kata Nurul.

Sebagai organisasi dakwah, KBIH Attaqwa merasakan kebutuhan akan istilah komunitas Muslim di Hong Kong. Jika asosiasi hanya untuk kegiatan peziarah dan umroh, KBIH juga harus memperhatikan perkembangan dakwah.

“Attaqwa sebagai pesantren yang sudah lama berdiri, akan terus mengembangkan sayap dakwahnya ke dunia internasional. Untuk mengilustrasikan, melalui KBIH, kami melakukan tur ini ke Hongkong dan China sambil memperkenalkan film propaganda terbaru dari produk santri Attaqwa di beberapa bioskop. di Bekasi.

Tur ziarah ke Hong Kong ini adalah pengalaman pertama KBIH untuk menyelenggarakan tur Muslim di luar negeri. Selama ini, wisata ziarah hanya ada di wilayah dalam negeri. Untuk Masjid Istiqlal misalnya, setiap kali diadakan, tidak kurang dari 4.000 jamaah terlibat.
Namun, ke Hong Kong, kapasitas untuk bermain tidak lebih dari 300 jamaah. Mengenai biaya, KBIH bekerja sama dengan perusahaan yang juga memiliki komitmen dakwah.

Untuk perjalanan ini harganya hanya USD 750.- Destinasi pertama adalah Hong Kong, selain bersama-sama, peziarah juga dapat mengunjungi masjid dan pusat dakwah Islam di Hong Kong dan bersilaturrahmi dengan orang-orang Indonesia di sana.

Dari Hong Kong, para peziarah diundang ke Shenzhen, China dan melanjutkan ke Guangzhou. Di Guangzhou, peziarah akan melakukan ziarah ke Masjid Guangzhou dan Makam Saad bin Abi Waqos. Selama perjalanan, akomodasi yang disediakan adalah akomodasi Muslim khusus dan terhindar dari konsumsi subhan, bukan halal.

Leave A Reply

Your email address will not be published.