Jaring E-Commerce China di Indonesia: Dari Pemberi Modal Hingga Perusahaan Langsung

0 58
Belanja online membuat hidup lebih mudah hampir di mana saja di dunia. Di Jakarta, Eilina Mariamele tidak lagi harus pergi ke toko fisik ketika ia perlu membeli kosmetik, tas atau tiket kereta api / udara. Jika kendaraan antar-jemput kantor mereka rusak, Eilina juga akan online untuk memanfaatkan aplikasi-aplikasi populer seperti GrabCar atau Go-Car.

Berkat e-commerce, pekerja kantor muda hanya dapat memesan secara online. Satu-satunya hal yang Eilina harus lakukan adalah membayar barang dan layanan tersebut.

Eilina dan banyak orang Indonesia lainnya, muda dan tua yang telah menikmati manfaat besar dari e-commerce, mungkin tidak sepenuhnya menyadari bahwa e-commerce menjamur di negara mereka dan bahwa situasi ini tampaknya tidak dapat dihentikan. Selain itu, mereka mungkin tidak tahu bahwa banyak bisnis e-commerce Indonesia telah berkembang cukup pesat dalam beberapa tahun terakhir. Seperti dilansir Thejakartapost.com, lebih dari 1.700 perusahaan yang baru beroperasi saat ini beroperasi di negara ini dengan berbagai bisnis seperti layanan penyewaan, gateway ritel dan pembayaran.

Pemain bisnis Indonesia, termasuk mereka yang masih membatasi penggunaan e-commerce, mengakui bahwa pasar online menunjukkan tanda-tanda perkembangan pesat di negara itu selama bertahun-tahun yang akan datang. Mengenai hal ini, pemerintah sedang menyelesaikan draft peta jalan ekonomi digital.

Pemain e-commerce China

Sementara itu, Kontan harian (19/7) melaporkan tentang kemungkinan lebih banyak pemain e-commerce dari China melakukan ekspansi ke Indonesia. Mereka akan menambah usaha e-commerce Cina terkenal yang saat ini beroperasi di negara seperti Alibaba Holding Inc. dan JD.com.

Surat kabar itu selanjutnya melaporkan bahwa dua perusahaan e-commerce Tiongkok, Peta Shan Hai dan Huitong Wang, sedang membuat persiapan untuk memasuki pasar Indonesia. Perusahaan e-commerce lain dari China, Sis Developer, juga membuat persiapan untuk memasuki Indonesia, menyediakan layanan transportasi empat kendaraan. Perusahaan-perusahaan ini dilaporkan dapat melayani kebutuhan perusahaan Cina yang berencana untuk melakukan bisnis di ekonomi terbesar di Asia Tenggara.

Ketika perusahaan asing memasuki pasar Indonesia yang menarik, para pemain e-commerce lokal akan menghadapi persaingan yang semakin ketat di masa depan. Saat ini, pemain e-commerce terbesar di Indonesia termasuk Bhineka (gadget), JakartaNotebook (gadget), Berrybenka (fashion), Hijup (mode), Traveloka (perjalanan), Tiket.com (perjalanan), Tokopedia (barang umum), Bukalapak (umum item), PS Enterprise (game online), dan Play Inc. (game online).

Leave A Reply

Your email address will not be published.