Inilah Cara Cegah Penyakit Difteri

0 84

Jakarta – Difteri merupakan penyakit infeksi akut yang sangat menular dan bisa mengancam nyawa jika tidak segera ditangani. Difteri biasanya terjadi pada tenggorokan, hidung, terkadang pada kulit dan telinga.

Kuman penyebab difteri yakni Corynebacterium diphtheriae, mengeluarkan racun yang masuk ke dalam aliran darah. Bakteri ini menyebar melalui tiga rute diantaranya:

  • Bersin. Ketika orang yang terinfeksi bersin atau batuk, uap yang terkontaminasi akan dilepaskan dan memungkinkan orang di sekitarnya untuk terpapar bakteri tersebut.
  • Kontaminasi barang pribadi. Difteri bisa tertular melalui barang-barang pribadi orang yang terinfeksi. Misalnya, jika menggunakan gelas bekas penderita yang belum dicuci.
  • Kontaminasi barang rumah tangga. Meskipun jarang, difteri juga bisa menyebar melalui barang-barang rumah tangga yang biasanya dipakai secara bersamaan, misalnya handuk atau mainan.

Bila anak terserang difteri hingga dua minggu, racun tersebut bisa merusak aliran listrik yang membuat jantung bisa berdenyut. Kerusakan aliran listrik di jantung menyebabkan masalah pada denyut jantung.

Meski begitu difteri dapat dicegah dengan pemberian imunisasi DPT (difteri, pertusis, dan tetanus). Imunisasi ini diberikan sebanyak lima kali sejak anak berusia dua bulan hingga enam tahun. Lalu apa yang bisa dilakukan para orangtua agar anaknya terhindar dari penyakit ini? Simak ulasan dari Rumah.com di bawah ini.

Ganti seprai setiap minggu

Mengganti seprai wajib dilakukan setiap minggu dan akan lebih sering jika anak atau anggota keluarga lainnya sedang sakit. Saat anak mulai berkeringat, dan keringatnya menempel pada seprai, segera ganti seprai tersebut karena sudah dipenuhi bakteri.

Membiarkan seprai dalam kondisi lembap akan membuat bakteri bertahan lebih lama bahkan mengundang tungau untuk menghuni area kasur. Tak lupa semprot kasur dengan obat nyamuk sebelum Anda memasangkan seprai kembali.

Bersihkan kamar mandi minimal setiap minggu

Bersihkan kamar mandi setiap tiga hari dengan karbol atau pembersih antibakteri untuk menyingkirkan kuman yang masih ada, apalagi mengingat kamar mandi cenderung lembap dan disukai bakteri.

Sikat, spons, dan alat pembersih lainnya di kamar mandi juga sebaiknya diganti secara berkala untuk menghindari adanya kuman di sikat tersebut. Sikat yang kotor akan membuat lantai kamar mandi ikut kotor dan berkuman.

Jemur kasurnya

Saat anak sedang tidak berada di kamar, segeralah jemur kasur dan bantal yang digunakan anak di bawah sinar matahari langsung untuk mematikan kuman.

Selain kebersihan kamar perlu diperhatikan, seluruh ruangan di dalam rumah seperti dapur dan ruang keluarga juga demikian. (Liputan 6)

 

Leave A Reply

Your email address will not be published.