Jakarta – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Republik Indonesia dan Kementerian Pertanian, Perikanan dan Kehutanan (Department of Agriculture, Fisheries and Forestry/DAFF) Australia memperkuat kerja sama jaminan mutu ikan.

Kepala Badan Pengendalian dan Pengawasan Mutu Hasil Kelautan dan Perikanan KKP Ishartini mengatakan pihaknya telah melakukan pertemuan dengan Australia membahas berbagai peluang kerja sama strategis bidang kelautan dan perikanan, di antaranya komitmen bersama penguatan jaminan mutu dan keamanan produk kelautan dan perikanan dua negara.

Australia dikenal memiliki standar mutu dan keamanan pangan (food safety) yang tinggi, sedangkan Indonesia saat ini mengekspor banyak sekali komoditas perikanan ke Australia.

“Kita ingin supaya mutu dan keamanannya tetap terjaga sehingga lebih banyak lagi produk bisa masuk pasar Australia,” kata Ishartini dalam keterangan di Jakarta, Senin.

Dia menyebutkan lebih dari 2.000 jenis produk kelautan dan perikanan Indonesia yang dikirim ke negara tersebut, dan jumlahnya diproyeksi akan terus bertambah.

Ishartini menjelaskan, Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono sudah bertemu dengan Julie Collins, Menteri Pertanian, Perikanan dan Kehutanan Australia di Jakarta pada Jumat (31/7).

Badan Mutu KKP sebagai lembaga penjamin mutu produk kelautan dan perikanan hulu – hilir terus mengawal keberterimaan ekspor ke Australia melalui 9 sertifikasi perikanan.

Selain itu, Badan Mutu mengantarkan telah 184 Unit Pengolahan Ikan (UPI) tembus pasar Australia dengan 10 komoditas utama tuna kaleng, sarden kaleng, pouched tuna, tuna loin segar, goldband snapper, frozen sardine, carrageenan, tropical snapper, frozen tuna saku, dan king snapper.

“Pada pertemuan tersebut, dua instansi menyepakati pernyataan bersama untuk memperkuat kerja sama jaminan mutu dan keamanan hasil kelautan dan perikanan melalui berbagai kegiatan,” ujarnya.

KKP bersama DAFF Australia sebelumnya telah memiliki hubungan yang baik sejak tahun 2012 melalui kegiatan inspeksi bersama, familiarisasi maupun knowledge sharing.

Ishartini menekankan poin utama pernyataan bersama antara KKP dan DAFF Australia adalah adanya kesepahaman kedua pihak untuk mengadakan penguatan hubungan bilateral bidang kelautan dan perikanan melalui kerjasama jaminan mutu dan keamanan hasil kelautan perikanan serta pengakuan bersama kedua institusi (KKP dan DAFF Australia) sebagai otoritas kompeten di masing – masing negara.

Sebagai inisiatif, lanjut Ishartini, KKP mengusulkan beberapa program kerja sama penguatan sistem jaminan mutu produk perikanan di antaranya joint pre border inspection, market control and surveillance untuk produk perikanan, food safety enforcement, sanitasi dan hygiene perikanan serta capacity building pengujian mikrobiologi pangan asal ikan.

Sebelumnya, Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono menekankan pentingnya penjaminan mutu produk kelautan perikanan dari hulu ke hilir untuk memperkuat daya saing dan keberterimaan di negara tujuan ekspor, sebagai salah satu komponen kunci diversifikasi di pasar internasional.