The news is by your side.

Ikatan Citra Alumni Taiwan Indonesia Jatim – UK Petra Gelar Workshop Untuk Para Guru Bahasa Mandarin Di Jatim

57

Menginjak tahun ke delapan, Ikatan Citra Alumni Taiwan Indonesia Jatim bersama Program Studi Sastra Tionghoa UK Petra kembali menggelar pelatihan untuk para guru bahasa Mandarin di Jatim. Pada workshop kali ini menghadirkan pengajar Jiang Ximei dan Zhu Naijie diikuti 110 guru bahasa Mandarin dari sekolah TK hingga SMA di Jatim dan Bali (2/7).

Elisa 李秀珍 perwakilan dari UK Petra mengucapkan terimakasih karena dipercaya sebagai tempat penyelenggaraan workshop untuk para guru. “Pelatihan menghadirkan para ahli dapat meningkatkan mutu pengajaran para guru kepada muridnya. Mengajar bahasa Mandarin tidak mudah dan tidak bisa dipaksakan kepada para murid. Bahasa Mandarin seyogyanya diajarkan dengan fun,” jelas Elisa yang juga dosen Sastra Tionghoa UK Petra serta meminta para peserta menyerap ilmu dua pembicara.

Saat pembukaan workshop para staf TETO juga hadir, Jeffrey S.C. Hsiao Direktur Umum Taipei Economic Trade Office Surabaya mendukung sepenuhnya kegiatan pelatihan yang diselenggarakan Ikatan Citra Alumni Taiwan Indonesia Jatim. Banyak guru muda yang mengikuti pelatihan sehingga memberi kontribusi perkembangan pengajaran bahasa Mandarin sekaligus meningkatkan kualitasnya, imbuh Jeffrey.

Jiang Ximei mengaku sangat gembira bisa datang kembali dan memberikan metode mengajar bahasa Mandarin. Saat dirinya diutus datang ke Indonesia pertamakali, ia meneliti terlebih dahulu apa yang dibutuhkan oleh para guru setempat. Dalam waktu delapan tahun telah banyak guru bahasa Mandarin di Indonesia yang cakap namun terus berupaya meningkatkan kualitas.

Ketua Ikatan Citra Alumni Taiwan Indonesia Jatim Rendy Haryo Pangestu  mengatakan tujuan workshop untuk membantu para pekerja maupun pelajar di tanah air memahami metode terbaik belajar mengajar bahasa Mandarin. Selain itu ia akan menyosialisasikan program bea siswa berbagai sekolah di Taiwan untuk pelajar Indonesia yang ingin menempuh pendidikan di sana.

Saat ini tercatat sebanyak 300 lebih anggota Ikatan Citra Alumni Taiwan Indonesia Jatim, namun hampir 500 lebih belum masuk menjadi anggota. Rendy tengah berupaya menghubungi perwakilan mahasiswa yang ada di Taiwan untuk mendata siapa saja yang telah lulus dan kembali ke tanah air agar dapat bergabung.

“Banyak kegiatan sosial yang kami selenggarakan dan sangat bermanfaat untuk para pekerja dan pelajar di tanah air. Kedepannya kami akan selalu aktif memberikan informasi bea siswa untuk para pelajar agar bisa belajar ke Taiwan dan Tiongkok, karena bahasa Mandarin sangat penting selain bahasa Inggris,” jelas Rendy jebolan Universitas Nasional Taiwan yang baru menjabat sebagai ketua.

Salah satu peserta, Agnes guru TK Luveta mengatakan pelatihan para guru bahasa Mandarin sangat penting untuk menambah pengetahuan metode pengajaran agar anak tidak mudah jenuh. “Apalagi saya mengajar anak-anak TK yang agak sulit, karena dalam keseharian mereka menggunakan bahasa Indonesia. Dalam pelatihan ini saya mengambil cara mengajar untuk anak TK yang paling mudah,” tutur Agnes yang mengikuti pelatihan kedua kalinya di UK Petra. (Av)

Leave A Reply

Your email address will not be published.