IKASMASABAYA Organisasi Profesional yang Guyub Mengutamakan Kebersamaan dan Kekeluargaan Berkontribusi Kepada Masyarakat

0 100

Sekolah menjadi tempat yang tidak pernah dilupakan para murid yang menempuh pendidikan bersama teman dan guru, tentunya. Demikian pula Ikatan Alumni SMA Negeri 1 Surabaya (IKASMASABAYA) yang mengadakan Musawarah Besar sekaligus Halal bi Halal yang dihadiri banyak angkatan mulai dari 1960-an hingga 2013. Acara yang digelar pagi jam 9 hingga selesai di Hotel Narita Surabaya pada 14 Juli lalu, dihadiri Kepala Sekolah SMA Negeri 1 Surabaya Khoiril Anwar dan wakilnya.

Dalam Mubes terpilih Ketua Ikasmasabaya Moch. Masykur menjabat periode 2018 – 2020. Moch. Masykur angkatan 1976, berharap seluruh anggota dan pengurus semakin guyub dan selalu menjalin silaturrahmi dengan sekolah. “Kepengurusan yang akan datang bisa didukung seluruh jajaran, solid, bekerja iklas, dan cerdas. Pelaksanaan Mubes yang lancar, karena kerja panitia yang baik. Mohon doa dan dukungan dari semua pihak,” ujar Moch. Masykur.

Demikian pula kesan dari Khoiril Anwar yang mengaku senang bertemu para alumni apalagi membentuk organisasi dan semua angkatan terwakili serta duduk bersama.

Ikasmasabaya memiliki banyak kegiatan sosial diantaranya selama Ramadhan kemarin membagikan nasi kotak untuk wilayah tidak mampu di Surabaya, menggelar potong rambut gratis, dan membagi sembako untuk seratus kaum dhuafa.

Kegiatan Ikasmasabaya diupayakan dirasakan tak hanya anggota tapi lebih ke masyarakat luas. “Kami ingin selalu memberi kontribusi kepada masyarakat,” tutur Bambang Udi Ukoro salah satu pengurusnya. Hal yang sama dibenarkan Novi Puspita Hapsari walau Ikasmasabaya baru dibentuk pada 23 September 2016, tapi para alumni rutin berkumpul dan mengadakan kegiatan sosial.

Adapun gedung yang ditempati SMA Negeri 1 Surabaya merupakan cagar budaya yang dibangun pada 1923 dengan arsitek J Gesber. Masyarakat mengenalnya sebagai SMA Komplek, karena di kawasan tersebut terdapat 4 sekolah yakni SMAN 1, SMAN 2, SMAN 5 dan SMAN 9 Surabaya.

Pada masa pemerintahan Belanda, SMA Komplek dikenal sebagai Hoogere Burger School (HBS) setingkat SMA. HBS didominasi murid Belanda, tapi siswa bumi putera juga ada. Bung Karno lulus HBS tahun 1920 lalu melanjutkan ke Technische Hogeschool te Bandoeng  (ITB). Bung Karno diminta tinggal di Surabaya oleh Oemar Said Tjokroaminoto dan disekolahkan di HBS

Selain itu juga ada tokoh terkenal Dr. Roeslan Abdulgani, Dr. Soedjatmiko penasihat presiden, Dr. Widjojo Nitisastro mantan Menkeu dan masih banyak lagi. Para lulusan HBS banyak melanjutkan sekolah di NIAS sekarang Kedokteran Unair dan Technische Hogeschool te Bandoeng (ITB).

Saat peristiwa 10 Nopember 1945, SMA Komplek menjadi markas Tentara Republik Indonesia Pelajar. Pada masa pendudukan Jepang menjadi markas Rikogu. Pada masa kemerdekaan, HBS dipecah menjadi 4 sekolah.

SMA 1 didirikan pada 1 April 1950, berada di atas tanah seluas 600 M2 dengan gedung utama berlantai dua, seluruh bangunan seluas 7.298,24 M2. Memiliki fasilitas lapangan olahraga, parkir dan tempat upacara bendara, 18 ruang kelas, kantor kepala sekolah dan guru, perpus, laboratortium, tempat ibadah, dan kantin. Banyak kegiatan esktrakulikuler diantaranya pasukan pengibar bendera, paduan suara, olahraga, mading, dayung, dance, Radio Arek Smasa dan sebagainya. Banyak prestasi yang diraih siswa siswinya baik di tingkat kota maupun provinsi. (AV)

Leave A Reply

Your email address will not be published.