Jakarta – Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo mengungkapkan perlunya tiga respons kebijakan untuk terus mendorong pertumbuhan ekonomi dan mengatasi global imbalances dalam Finance Minister and Central Bank Governors Meeting (FMCBG) di bawah Presidensi G20 Amerika Serikat (AS).
“Pertama, menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan. Kedua, mendorong reformasi struktural. Ketiga, menerapkan kebijakan perdagangan yang terbuka,” kata Perry, sebagaimana dikutip dalam keterangan resmi yang diterima di Jakarta, Jumat.
Dalam forum G20, Perry juga menekankan pentingnya untuk tidak hanya memperhatikan neraca transaksi berjalan (current account), tetapi juga neraca finansial (financial account) dalam menilai ketidakseimbangan global.
Hal ini karena ketidakseimbangan global di sektor keuangan sekarang dinilai jauh lebih berisiko ke stabilitas perekonomian global.
Adapun Presidensi G20 AS 2026 mengusung tema “Growth through Deregulation, Energy Abundance, and Innovation”.
Tema ini berfokus pada upaya mendorong pertumbuhan ekonomi melalui penyederhanaan regulasi, penguatan pasokan energi yang terjangkau dan aman, serta percepatan inovasi di bidang artificial intelligence dan teknologi baru.
Selanjutnya, BI juga menghadiri Pertemuan Kedua Tingkat Deputi BRICS di bawah Presidensi India 2026 yang mengusung tema “Building for Resilience, Innovation, Cooperation and Sustainability”.
Dalam forum BRICS, negara-negara anggota menyepakati penguatan kerja sama “South-South” untuk menghadapi meningkatnya fragmentasi geopolitik, keterbatasan pembiayaan, serta kerentanan makrofinansial yang memengaruhi negara-negara berkembang, antara lain melalui pembentukan Task Force on Growth and Development (TFGD).
Ke depan, bank sentral negara BRICS sepakat untuk terus memperkuat kerja sama di area strategis seperti sistem pembayaran, artificial intelligence, keamanan siber dan financial technology, serta jaring pengaman keuangan internasional guna mendukung pertumbuhan.
Adapun secara umum, di tengah dinamika global yang semakin kompleks, negara-negara G20 dan BRICS sepakat untuk terus memperkuat kerja sama internasional guna mendorong pertumbuhan ekonomi dan mengatasi ketidakseimbangan global.
Di sela-sela pertemuan G20 dan BRICS, Gubernur Perry turut menghadiri pertemuan bilateral dengan Gubernur Federal Reserve Bank Michael S. Barr untuk mendiskusikan perkembangan ekonomi global, ketahanan energi, dan digitalisasi sistem pembayaran.
(Antara)