Jakarta – Google kembali menanamkan investasi di perusahaan transportasi berbasis aplikasi. Google dan Meituan-Dianping, perusahaan asal Tiongkok merupakan = dua perusahaan yang menanamkan investasi di Go-Jek, pesaing Grab dan Uber asal Indonesia, lapor narasumber TechCrunch.
Paling cepat, perjanjian itu takan ditandatangani pada minggu depan. Namun, masih belum diketahui apakah Go-Jek akan mengumumkannya, mengingat startup tersebut punya kebiasaan untuk tidak mengumumkan kucuran dana segar yang mereka dapatkan.
Reuters melaporkan, investasi kali ini bernilai USD1,2 miliar (Rp16 triliun). Narasumber TechCrunch mengonfirmasi angka tersebut. Hanya saja, disebutkan, modal dari para investor baru Go-Jek ini merupakan bagian dari investasi yang ditanamkan tahun lalu.
Penanaman investasi bukanlah proses yang sederhana. Terkait Go-Jek, mereka mendapatkan investasi dari perusahaan internet raksasa Tiongkok, Tencent pada bulan Maret tahun lalu dengan nilai yang sama.
Investor mereka sebelumnya, seperti KKR, Warburg Pincus, Sequioa Capital, Northstar Group, DST Global dan NSI Ventures setuju untuk ikut kembali menanamkan modal. Beberapa bulan kemudian, perusahaan e–commerce asal Tiongkok, JD.com juga ikut menanamkan investasi di Go-Jek.
Kini, Go-Jek mendapatkan investasi dari Google, Temasek, dan Meituan-Dianping. Tidak diketahui jumlah saham yang didapatkan oleh ketiga perusahaan tersebut. Kemungkinan, jumlah saham yang mereka dapatkan tidak besar mengingat mereka merupakan pemain baru.
Sekarang, Go-Jek diperkirakan memiliki valuasi sedikit di atas USD3 miliar (Rp40 triliun). Google menolak untuk berkomentar, sementara juru bicara Go-jek, Temasek dan Meituan-Dianping tidak menjawab permintaan untuk berkomentar.
METROTV NEWS