Google tidak menyebut kanal atau akun Youtube yang dihapus kecuali beberapa video yang diyakini memuat informasi keliru. Tayangan tersebut sempat ditandai oleh Twitter dan ditemukan oleh perusahaan analis media sosial, Graphika, pada April.
Kedutaan China di AS belum menanggapi masalah tersebut. Pemerintah China telah berulang kali menyangkal tuduhan menyebarkan informasi palsu di dunia maya.
Disinformasi yang disebarkan oleh warga asing merupakan masalah utama bagi politisi dan perusahaan teknologi di AS, khususnya sejak pemilihan presiden 2016. Saat itu, sejumlah pengguna media sosial yang terkait dengan Pemerintah Rusia diyakini menyebarkan ratusan ribu informasi palsu ke media sosial.
Banyak pihak berusaha mengulangi insiden pada 2016. Google dan Facebook merupakan beberapa perusahaan yang rutin menyampaikan pengumuman terkait upaya mencegah propaganda di dunia maya.
Buletin terbitan Google itu juga menyebut beberapa aktivitas disinformasi yang terkait dengan negara lain seperti Iran dan Rusia.
Reuters