Perusahaan start-up yang dimulai dengan pengantaran penumpang dengan sepeda motor, Go-Jek, berencana memulai operasinya di Filipina awal tahun depan, dan negara-negara Asia Tenggara lainnya akan menyusul akhir tahun ini, tutur chief technology officer Go-Jek tersebut kemarin (8/12).
Go-Jek, yang didukung oleh perusahaan ekuitas swasta KKR & Co dan Warburg Pincus inibersaing dengan Uber Technologies dan Grab yang berbasis di Singapura untuk merayu pelanggan di pasar Asia Tenggara.
Ajey Gore mengatakan dalam sebuah wawancara bahwa “hampir semua negara Asia Tenggara berada di radar selama tiga, enam sampai 12 bulan ke depan. Filipina akan menjadi yang pertama, hanya untuk mengetahui bagaimana segala sesuatunya berjalan di sana.” Dia menolak untuk mengidentifikasi negara lain mana yang akan diluncurkan di masa depan.
Mr Gore mengatakan timnya akan menguji beberapa layanan inti Go-Jek seperti transportasi dan kemudian pembayaran, “hanya untuk percobaan, dan belajar dari kesalahan”. Ini juga akan menjadi operasi pertama Go-Jek di luar negeri, tambahnya.
Perhatian utamanya adalah untuk menguji apakah data dan sistem perusahaan diterapkan di tempat lain. Di Indonesia, misalnya, pengantaran dengan sepeda motor lebih mahal daripada beberapa mobil karena dapat menerobos kemacetan lalu lintas dan membuat perjalanan lebih cepat, katanya.
Dia mengatakan bahwa perusahaan tersebut juga berencana segera meluncurkan layanan baru, termasuk memasang stasiun pengisian baterai di gerai ritel yang dapat diakses pengguna melalui aplikasi mereka. Perusahaan juga berencana meluncurkan layanan penjemputan dan pengiriman baju laundry. (REUTERS)