Jakarta – Presiden RI Prabowo Subianto secara simbolis memulai serentak pembangunan 13 proyek strategis nasional (PSN) yang tersebar dari ujung Sumatera hingga Papua dalam rangka Hilirisasi Tahap II, di Cilacap, Jawa Tengah, Rabu.

​”Tadi Pak Menteri Rosan sudah melaporkan, ada 13 proyek strategis. Ini tersebar dari ujung barat hingga ujung timur Indonesia. Ini adalah bukti bahwa pembangunan tidak boleh hanya berpusat di Jawa saja,” kata Presiden Prabowo dalam sambutannya melalui video YouTube Sekretariat Kabinet di Jakarta.

​Langkah besar ini mencakup fasilitas pengolahan komoditas unggulan di berbagai sektor, mulai dari energi, mineral logam, hingga perkebunan.

Proyek raksasa tersebut diproyeksikan menjadi tulang punggung baru bagi pertumbuhan ekonomi Indonesia agar mampu bersaing di kancah global.

Dalam prosesi tersebut, Presiden menekankan bahwa pembangunan fasilitas seperti tangki BBM di Biak dan pengolahan pala di Maluku merupakan wujud keadilan sosial bagi seluruh rakyat.

Menurutnya, setiap wilayah harus merasakan dampak langsung dari nilai tambah kekayaan alamnya sendiri.

​Presiden menegaskan bahwa Indonesia harus berani mengolah seluruh sumber daya alam di dalam negeri.

Namun, ia mengingatkan bahwa keberhasilan proyek ini bergantung pada efisiensi dan integritas para pelaksana di lapangan.

“Saya tidak ingin mendengar lagi ada proyek yang mangkrak. Saya tidak ingin mendengar ada dana rakyat yang bocor di tengah jalan. Bekerjalah dengan jujur, bekerjalah dengan efisien,” tegas Prabowo di hadapan pejabat negara dan pimpinan BUMN terkait proyek itu.

Kepala Negara menyebut 13 proyek strategis hilirisasi tersebut senilai kurang lebih Rp116 triliun, meliputi lima proyek di sektor energi, lima proyek di sektor mineral, tiga proyek di sektor pertanian.

​Rangkaian acara ini ditandai dengan seremoni penekanan sirine oleh Presiden Prabowo sebagai simbol dimulainya peletakan batu pertama proyek (groundbreaking) secara nasional.

Proyek-proyek tersebut di antaranya melibatkan kolaborasi besar antara Pertamina, Krakatau Steel, MIND ID, hingga PTPN.

(Antara)