Finalis Imagine Cup 2018 Pamerkan Lima Inovasi di Bidang Teknologi

0 118

Seperti tahun-tahun sebelumnya, Microsoft kembali mengadakan kompetisi Imagine Cup yang bertujuan mengembangkan keterampilan mahasiswa dari seluruh dunia di bidang teknologi.

Di tahun 2018 ini, Imagine Cup mengusung tema kompetisi Code with Purpose yang mendorong para mahasiswa agar mencari solusi dalam memecahkan permasalahan yang dihadapi penduduk dunia saat ini.

Menurut Audience Evangelism Manager & Commercial Software Engineering Microsoft Indonesia, Irving Hutagalung, pihaknya menghadirkan kompetisi ini di Indonesia karena meyakini potensi generasi muda Indonesia untuk menjadi inovator sekaligus pengembang perangkat lunak yang mampu mengubah dunia.

“Kami telah melihat hal tersebut melalui proyek-proyek yang dipresentasikan,” kata Irving.

Dalam kompetisi tersebut, tim Beehive Drones keluar sebagai pemenang dan terpilih sebagai perwakilan Indonesia untuk mengikuti Imagine Cup babak berikutnya di Kuala Lumpur, Malaysia, untuk memperebutkan tiket ke Imagine Cup World Finals 2018 di Seattle, Amerika Serikat pada bulan Juli 2018.

Lalu, apa saja inovasi yang dihadirkan lima finalis Imagine Cup 2018 asal Indonesia? Berikut penjabarannya.

Drone berbasis IoT

Perwakilan tim dari Beehive Drones, Hilton Tnunay (tiga dari kanan), menerima secara simbolis penyerahan hadiah Imagine Cup 2018 untuk wilayah Indonesia setelah dinyatakan keluar sebagai pemenang | Photo

Tim Beehive Drones keluar sebagai pemenang setelah mempresentasikan proyek bernama Beehive Drones Agriculture yang bertujuan mengaplikasikan drone berbasis Internet of Things (IoT). Berbeda dengan drone pada umumnya yang dikendalikan melalui remote controldrone milik Beehive Drones nantinya akan bisa diakses melalui aplikasi mobile untuk membantu mengawasi kondisi tanaman di ladang atau perkebunan, menyiram air, maupun menyebar pupuk.

Intinya, pengguna cukup memilih jenis pekerjaan yang akan dilakukan dronedan nantinya drone akan bergerak sendiri melakukan tugasnya lantaran turut dibekali kemampuan machine learning. Saat ini Beehive Drones masih melakukan pengembangan dari sisi hardware agar drone bisa dikendalikan lewat aplikasi.

FishGator

Tim FishGator menjelaskan cara kerja platform mereka untuk memantau kualitas air dan ikan kerapu | Photo

Dalam presentasinya, tim FishGator menjelaskan mengenai proyek yang bertujuan memantau kualitas air dan pengelolaan pakan ikan kerapu di kolam inkubasi dengan sistem perawatan otomatis yang menggunakansmartphone.

Sederhananya, pengguna bisa memantau tingkat keasaman (Ph), salinitas (kadar garam), kekeruhan, dan suhu air di kolam inkubasi agar tetap sesuai dengan habitat ikan melalui platform FishGator. Platform ini juga dibekali sistem pengenalan gambar berbasis sensor untuk memantau gerakan ikan yang kelaparan. Sistem tersebut bisa terintegrasi dengan alat pemberi makan otomatis.

Saat ini, FishGator baru bisa digunakan untuk pengelolaan ikan kerapu dengan pertimbangan nilai jual kerapu di Indonesia yang masih tinggi. Ke depannya FishGator akan mengembangkan untuk udang dan ikan jenis lain.

ViaChat

Tim ViaChat melakukan presentasi di Imagine Cup 2018 | Photo

Inovasi dalam dunia pendidikan ternyata turut menjadi perhatian peserta Imagine Cup 2018. Seperti tim Ratatouille yang memperkenalkan chat botbernama ViaChat. Fokus utama chat bot ini adalah mengevaluasi pengguna berdasarkan catatan mereka yang dicatat melalui ViaChat.

Selanjutnya, ViaChat akan menganalisis catatan dan menghasilkan pertanyaan atau flashcard untuk mengevaluasi dan membantu pengguna dalam menghafal materi pelajaran.

Dr. Tania

Tampilan aplikasi Dr. Tania | Photo

Sumber gambar: ITB

Hampir sama seperti ViaChat, Dr. Tania juga merupakan platform chat bot. Namun platform yang dikembangkan tim Taleus ini bukan membidik kalangan pelajar, melainkan bertujuan membantu petani mengidentifikasi penyakit tanaman dengan metode pembelajaran mendalam melalui sistem pengenalan gambar.

Poin plus lain yang terdapat pada Dr. Tania yakni mampu memberitahu petani mengenai gejala penyakit dan bagaimana mengelola penyakit tanaman dengan benar dan efektif.

Carepol

Carepol | Screenshot

Tim Carepol memperkenalkan proyek bernama Carepol yakni sebuah sistem pemantauan terpadu untuk memantau tingkat pencemaran udara di wilayah kota. Carepol memanfaatkan perangkat portable yang diletakkan di berbagai lokasi untuk mengukur tingkat pencemaran udara.

Hasil pengukuran tersebut kemudian dipetakan dalam zona tingkat polutan, dan bisa diakses melalui aplikasi. Berdasarkan informasi ini, pemerintah bisa memberikan peringatan dini kepada masyarakat, sekaligus menjadi rujukan untuk membuat kebijakan dan tindak lanjut atas dampak negatif dari polusi udara.


Di tahun 2016, tim None Developers dari Indonesia yang berlaga di Imagine Cup tingkat dunia berhasil menyabet posisi runner up untuk kategori Games. None Developers sukses melebihi prestasi tim asal Indonesia lainnya yakni Solite Studio yang menyabet juara tiga pada Imagine Cup 2013 di Rusia.

TECH IN ASIA

Leave A Reply

Your email address will not be published.