Festival Chong Yang – Festival “Sembilan Ganda”

0 62

InhuaOnline Festival Chong Yang –重陽節 (Tiong Yang adalah bahasa Hokkian) dikenal pula dengan Festival Sembilan  Ganda  (重九節yang jatuh pada tanggal 9 bulan 9 dalam penanggalan Imlek. Chong yang berarti ganda/double dalam bahasa Mandarin. Dengan tanggal yang begitu khas, membuat  orang-orang Tionghoa kuno telah mempercayai Hari Sembilan Ganda layak untuk dirayakan. Pelafalan angka 9 – 9 ( “ jiu-jiu” dalam bahasa Mandarin ) memiliki arti “selamanya” dalam konteks ini dapat pula berarti “panjang umur”. Sehingga pemerintah Tiongkok menetapkan festival Chong Yang juga sebagai Hari Orang Tua Nasional.

Asal Mula Festival

Menurut kitab klasik I-Ching atau Kitab Perubahan, angka “6” mewakili karakter Yin yang berarti feminim dan dingin sedangkan angka “9” mewakili karakter Yang yang berarti maskulin dan panas. Sehingga tanggal 9 bulan 9 adalah hari dimana “hawa” panas menjadi 2 kali lipat. Hal ini dipercaya dapat menyebabkan banyak bencana dan penyakit. Untuk menghindari bencana, orang- orang keluar rumah, pergi mendaki gunung dan libur dari aktivitas sehari-hari. Untuk menjaga kesehatan dilakukan ritual minum teh dan arak dari bunga chrysanthemum. Sehingga festival ini pun dikenal pula dengan Festival Mendaki Ketinggian dan Festival Chrysanthemum.

Mendaki Gunung dan Menikmati Alam

Festival ChongYang/ Hari Naik Gunung

Zaman dahulu, orang telah mendaki gunung untuk berburu binatang. Seiring waktu, kegiatan ini menjadi hiburan untuk menikmati alam dengan cuaca yang sejuk dan cerah pada awal bulan 9 kalender Imlek dimana masih dalam suasana musim gugur sebelum memasuki musim dingin. Mereka juga menggunakan kesempatan ini untuk mencari tanaman obat pegunungan sebagai persiapan di musim dingin. Kegiatan mendaki gunung ini juga memberikan manfaat kesehatan bagi tubuh. Menurut literatur kuno, kegiatan mendaki untuk menghindari bencana ini telah menghasilkan banyak puisi-puisi terkenal.

–  Puisi “ Mengingat Saudara-Saudara Shandong-ku “ (九月九日憶山東兄弟) oleh Wang Wei (王維) – Seorang penyair dari Dinasti Tang

獨在異鄉為異客,
dú zài yì xiāng wéi yì kè
每逢佳節倍思親。
měi féng jiā jié bèi sī qīn
遙知兄弟登高處,
yáo zhī xiōng dì dēng gāo chù
遍插茱萸少一人。
biàn chā zhū yú shǎo yī rén

Sebagai orang asing yang kesepian di tanah asing,
Setiap liburan,muncul rasa rindu akan kampung halaman-ku.
Walau jauh, saya tahu bahwa saudara-saudaraku telah mencapai puncak;
Mereka mengenakan Zhuyu, tapi salah satu 
dari mereka ada yang tidak hadir.


–          Puisi yang ditulis oleh Tao Yuanming pada festival Chong Yang

The myriad transformations

unravel one another

And human life

how should it not be hard?

From ancient times

there was none but had to die,

Remembering this

scorches my very heart.

What is there I can do

to assuage this mood?

Only enjoy myself

drinking my unstrained wine.

I do not know

about a thousand years,

Rather let me make

this morning last forever.

–  Salah satu puisi terkenal lain yang bertemakan bunga chrysanthenum

“ When autumn comes on Double Ninth Festival, / my flower [the chrysanthemum] will bloom and all others perish. / When the sky-reaching fragrance [of the chrysanthemum] permeates Chang’an, / the whole city will be clothed in golden armour. “

Puisi  di atas merupakan bagian dari puisi yang ditulis oleh Kaisar Hung Chao dari  dinasti Qi pada saat berperang menentang kekuasaan dinasti Tang.

Menjaga Kesehatan

Bunga Chrysanthemum

Dipercaya bahwa hari ini adalah hari yang banyak penyakit, orang tiongkok kuno melakukan ritual minum teh dan arak bunga chrysanthemum. Konon orang pertama yang memperkenalkan ritual menikmati minum arak chrysanthemum adalah sang penyair Tao Yuanming pada waktu Dinasti Jin. Pada saat festival, banyak puisi-puisi terkenal dihasilkannya. Orang-orang pun mulai mengikuti ritual minum arak bunga chrysanthemum. Bunga ini juga memiliki khasiat untuk meredakan panas dalam, tekanan darah tinggi, diabetes tipe 2, sakit kepala dan lain-lain. Dalam tradisi Tionghoa, bunga ini termasuk dalam bunga “ Empat Bangsawan”  yaitu bunga yang memiliki karakter khusus. Bunga ini memiliki daya tahan ketika cuaca yang sangat dingin dan tetap mampu mekar dengan indah.

Diibaratkan dengan orang yang tegar menghadapi penderitaan  dan cobaan dalam hidupnya. Sehingga bunga chrysanthemum adalah lambang keteguhan dan kekuatan. Bunga ini dijuluki “Teman Memperpanjang Usia” yang membuat para kaum lansia semakin gemar mengkonsumsinya . Saat ini,  teh chrysanthemum telah menjadi salah satu jenis teh Tiongkok yang populer.

Hari ZhūYú 

Buah Zhūyú (Cornus Officinalis / Cornelian Cherry)

Kegiatan memetik tanaman Zhuyu Yang ( 茱萸 – Cornus Officinalis) yang digunakan untuk pengobatan berbagai macam penyakit,  menyematkannya di baju dan rambut dan menggantung di dalam dan di luar rumah.
Zhūyú (Cornus Officinalis / Cornelian Cherry) adalah tanaman yang memiliki khasiat obat dengan bentuk buah seperti cherry kecil merah. Tradisi memakai atau menyematkan zhūyú sudah tidak populer pada zaman sekarang. Di masa lampau orang menyematkan zhūyú karena diyakini sebagai proteksi yang bisa menangkal energi negatif karena bulan 9 tanggal 9 dianggap sebagai hari naas. Mereka menyematkan zhūyú pada rambut atau ditaruh di kantong kain dan menggantungnya di lengan

Kue Festival Chong Yang

Pada hari ini, orang akan memakan Chong Yang Gao (糕 – Kue) . Dalam bahasa mandarin, “Gao” memiliki pelafalan yang sama dengan “Ketinggian – 高”. Adanya harapan dengan memakan kue ini, terjadi peningkatan dalam berbagai bidang kehidupan. Kue Chong Yang  dikenal pula dengan sebutan Kue Bunga, Kue Crysanthemum atau ada pula menyebut dengan Kue 5 Warna. Tidak ada bentuk spesifik dari kue ini, namun rata-rata memiliki 9 lapisan.

Kue Chong Yang


Legenda Festival Chong Yang

Pada hari ini, orang akan memakan Chong Yang Gao (糕 – Kue) . Dalam bahasa mandarin, “Gao” memiliki pelafalan yang sama dengan “Ketinggian – 高”. Adanya harapan dengan memakan kue ini, terjadi peningkatan dalam berbagai bidang kehidupan. Kue Chong Yang  dikenal pula dengan sebutan Kue Bunga, Kue Crysanthemum atau ada pula menyebut dengan Kue 5 Warna. Tidak ada bentuk spesifik dari kue ini, namun rata-rata memiliki 9 lapisan.

Pada zaman Dinasti Han Timur, di sungai Ru He (汝河) terdapat makhluk jahat bernama Wen Mo (瘟魔) yang memiliki kemampuan untuk menyebarkan penyakit. Setiap kali muncul, banyak penduduk yang jatuh sakit bahkan sampai meninggal dunia. Melihat keadaan yang memperihatinkan ini, ada seorang pemuda bernama Huan Jing yang bertekad untuk mengalahkan Wen Mo. Setelah berhasil belajar kepada seorang Dewa bernama Fei Chang Fang yang tinggal di Gunung sebelah Tenggara, akhirnya pada tanggal 9 bulan 9 , Huan Jing berhasil mengalahkan Wen Mo.

Kemenangan Huan Jing atas makhluk jahat ini kemudian dirayakan oleh rakyat sebagai awal mula festival Chong Yang.

Di Indonesia, acara festival Chong Yang ini belum dirayakan. Namun ada perayaan yang jatuh pada tanggal 9 bulan 9 yang dirayakan di Indonesia yaitu  Hari Kebesaran Dewa Ne Zha (Panglima Altar Utama) dan Xuan Tian Shang Di (Dewa Langit Utara)…

Leave A Reply

Your email address will not be published.