Pemangkat-Harian InHua. Puncak perayaan Festival Cap Go Meh di Kota Pemangkat, Kabupaten Sambas, berlangsung sangat meriah, Sabtu 3 Maret 2018. Ribuan warga Pemangkat dan sekitarnya, tumpah ruah memadati Jalan Mohammad Hambal dan beberapa ruas Jalan protokol lainnya untuk menyaksikan atraksi Tatung yang dihadirkan panitia Tridharma.
Hadir dalam perayaan, Bupati Landak, Karolin Margret Natasha, Bupati Bengkayang, Suryadman Gidot, Kapolres Sambas, AKBP Cahyo Hadiprabowo, Ketua DPRD Sambas, Arifidiar, Kejari Sambas, Muhammad Kandi, Ketua Panitia perayaan Imlek dan Cap Go Meh Kota Singkawang, Leonardi Tjhai, Ketua Majelis Adat Budaya Tionghoa Kabupaten Sambas, Bruno Tjong Tji Hok, Camat Pemangkat, Agustian Rahmat, Kapolsek Pemangkat Kompol Agus Riyanto, Kepala Desa Pemangkat Kota, Kasful Anwar, dan sejumlah tamu undangan Jakarta dan beberapa daerah lainnya di Indonesia.
Pawai Tatung diiringi permainan drumband dari SMA Amkur, dengan mengambil start di gedung nasional, Jalan Merdeka, menuju ke Jalan Banjar, kemudian masuk ke Jalan Moh Hambal, terus ke arah Jalan Sejahtera, belok ke Jalan Gereja, terus lurus ke Jalan Pembangunan dan finish di depan altar Makin dan altar Tridharma, Jalan Mohammad Hambal.

Ketua panitia Tridharma Perayaan Tahun Baru Imlek 2569 dan Festival Cap Go Meh 2018, Kota Pemangkat, Siet Cin Cung alias Atong mengatakan puncak perayaan Cap Go Meh di Kota Pemangkat selalu dirayakan dengan meriah setiap tahunnya, dengan arak-arakan Tatung, Naga, dan Barongsai serta berbagai ragam atraksi budaya lainnya.
Disampaikannya, perayaan Cap Go Meh di Kecamatan Pemangkat selalu dilakukan pada hari ke-16, bulan pertama penanggalan kalender Imlek.
“Ini merupakan kesepakatan pendahulu kami, bahwa event Cap Go Meh di Pemangkat Kota, setiap tahun selalu diselenggarakan pada hari ke 16, perayaan Imlek atau sehari setelah perayaan event Cap Go Meh di Kota Singkawang. Kesepakatan ini diatur agar tidak bentrok dengan pelaksanaan pawai Tatung di Kota Singkawang, yang setiap tahun dilaksanakan pada hari ke 15,” ungkapnya.
Dikatakannya, pawai Tatung merupakan kegiatan puncak perayaan Cap Go Meh yang diselenggarakan secara bersamaan antara Panitia Tridharma dan Majelis Agama Konghucu (Makin), Kecamatan Pemangkat.
Pawai Tatung, dapat terselenggara berkat dukungan dari Pemerintah Kabupaten Sambas, segenap jajaran Polres dan TNI Kabupaten Sambas, panitia pelaksana, para donatur, serta semua pihak yang terlibat langsung dalam pelaksanaan kegiatan.

Adapun Tatung yang tampil dalam Festival Cap Go Meh pada tahun ini, disebutkan Siet Cin Cung, keseluruhannya berjumlah 219, terdiri dari 141 Tatung yang membawa tandu parang, dan 78 Tatung pejalan kaki.
Para Tatung yang turut memeriahkan puncak perayaan, disebutkan dia selain berasal dari Kecamatan Pemangkat, juga berasal dari Kecamatan Tebas, Semparuk, Selakau, dan Kota Singkawang.
“Kami menyampaikan terima kasih dan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada Tatung Kota Singkawang, yang setiap tahunnya turut berpartisipasi memeriahkan dan mensukseskan puncak perayaan Cap Go Meh di Pemangkat Kota. Kami berharap, kerjasama antara Tatung Pemangkat dengan Tatung Kota Singkawang dapat terus terjalin dan terus ditingkatkan pada masa-masa mendatang,” ujar Siet Cin Cung.
Selain menghadirkan atraksi 219 Tatung, juga diramaikan tampilnya atraksi Naga, dan Barongsai, serta penampilan drumband SMA Amkur Pemangkat.

“Kami sangat bersyukur, Festival Cap Go Meh di Kecamatan pemangkat, tidak hanya berlangsung sukses, aman, tertib, dan lancer, tapi juga lebih baik, lebih meriah, wonderful, dan spektakuler. Semua ini dapat tercapai, tentunya tidak terlepas dari dukungan serta partisipasi semua pihak, baik dari Pemerintah daerah, para donatur, panitia serta seluruh elemen masyarakat Kecamatan Pemangkat. Kami ingin berbagi kebahagian dan kemeriahan bersama masyarakat Kota Pemangkat, tanpa ada perbedaan suku, agama, maupun ras. Kami atas nama panitia Tridharma, juga mengucapkan terima kasih kepada Bupati Landak, dr. Karolin Margret Natasha dan Bupati Bengkayang Suryadman Gidot, serta Ketua Umum Panitia Perayaan Tahun Baru Imlek dan Cap Go Meh Kota Singkawang, Leonardi Tjhai. Semoga dengan event Cap Go Meh yang menghadirkan atraksi Tatung yang wonderful dan spektakuler ini, menjadi sarana pemersatu, mempererat toleransi, dan kerukunan bagi kita semua,” ungkapnya.

Disampaikan Siet Cin Cung, Festival Cap Go Meh di Kecamatan Pemangkat, terjadi peningkatan jumlah peserta Tatung, Naga, dan Barongsai dibanding tahun sebelumnya. Hal ini karena, pihaknya atas nama panitia Tridharma Pemangkat, memberikan bantuan santunan dana serta undian berhadiah uang tunai sebesar Rp 75 kepada Tatung yang mendaftar di Panitia Tridharma.
“Selain memberikan bantuan santunan kepada Tatung, kami juga melakukan kegiatan bakti sosial, mulai dari perbaikan Jalan berlubang di Desa Sei Lakum dan Desa Gugah Sejahtera, serta pembagian 1.000 paket beras kepada warga prasejahtera,” kata Siet Cin Cung.
Ketua DPRD Sambas, Arifidiar dikonfirmasi koran Harian InHua mengatakan, dirinya sangat mengapresisasi panitia Tridharma yang setiap tahunnya, sukses menggelar Festival Cap Go Meh dengan sangat meriah.
Menurutnya, Cap Go Meh, sebagai bentuk pemersatu bangsa dan mempererat silaturahim antar pemeluk agama.

“Saya sangat bangga dan senang, karena setiap tahun perayaan Cap Go Meh di Kecamatan Pemangkat, selalu berlangsung sukses dan meriah yang disertai dengan peningkatan jumlah peserta Tatung. Ada satu keistimewaan dari Festival Cap Go Meh di Kecamatan Pemangkat yang mampu mempersatukan semua elemen masyarakat. Hal ini karena, Cap Go Meh bukan hanya bersifat keagamaan semata, tapi telah menjadi akulturasi budaya Tionghoa dan kebudayaan setempat serta menjadi moment untuk mempererat silaturahmi dan kebersamaan,” pungkasnya.
Kapolres Sambas, AKBP. Cahyo Hadiprabowo menyampaikan pesan akan pentingnya kebersamaan, kebangsaan dan kebhinekaan. Menurut Kapolres Sambas, event Budaya Cap Go Meh di Kecamatan Pemangkat, didukung oleh seluruh komponen masyarakat, dalam rangka merajut persatuan dan kebersamaan, serta semangat kebhinekaan.
“Melalui perayaan Cap Go Meh ini, saya menilai kebersamaan antar etnis dan budaya sudah menyatu dalam masyarakat Kabupaten Sambas, khususnya di Pemangkat ini. Sejarah kemerdekaan juga membuktikan, kemerdekaan diperjuangkan bersama-sama tanpa melihat suku, agama dan latar belakang budaya. Jangan lupa, bahwa kebhinekaan merupakan identitas jati diri bangsa kita,” katanya.
Sementara itu, Bupati Landak, Karolin Margret Natasha menuturkan, perayaan Cap Go Meh di Kecamatan Pemangkat, dinilainya sangat bermakna. Hal tersebut, terlihat dari tingginya animo masyarakat yang memadati sepanjang jalan area yang dilintasi arak-arakan Tatung, Atraksi Naga, dan Barongsai. (Rio Dharmawan)