Brastagi. Puluhan alumni siswa SMA Negeri Brastagi, Tanah Karo, baru-baru ini menggelar Temu Kangen pada 27/03 di Hotel Sinabung Berastagi yang dimotori oleh Efendi Hansen salah satu alumni SMAN Brastagi, Pertemuan itu terlihat dan terasa mengharukan, sebab mereka telah berpisah dalam rentang waktu 36 tahun.
Sejak dulu pertemuan ini didambakan baru kali ini berhasil, kita semua larut dalam keharuan karena berjumpa dengan teman semasa remaja dari SMA Negeri Brastagi. “Ini pertemuan yang luar biasa, dan belum pernah terjadi sebelumnya,” ucap Hansen.
Sejumlah guru mereka dan kepala sekolah saat ini tampak hadir di sana. Jasman dan Sabarngenna sebagai pengarah acara menuturkan, mereka sengaja mengundang guru agar hadir untuk melengkapi rasa kebersamaan, sembari mengenang saat-saat belajar di sekolah.
Alberto Colia (Kepala SMA Berastagi) mengungkapkan, ia sangat bangga dengan alumni yang menggelar pertemuan setalah 36 tahun berlalu. “Ini tidak mudah mengumpulkan alumni yang sudah tersebar ke mana mana.Makanya, saya memberikan apresiasi atas pertemuan hari ini,” ucapnya.
Ia mengungkapkan, pertemuan alumni sangat penting sebagai ajang silaturahmi dan menjelaskan perkembangan Sekolah saat ini serta selalu siap bekerja sama untuk kemajuan sekolah.
Mewakil guru, Sehat Sembiring sangat bangga dengan acara temu kangen ini, dan terharu melihat murid muridnya yg selalu ingat pada guru gurunya. Beliau mengkisahkan masa masa mereka berusaha memberikan penetahuan maksimal untuk para murid walau ekonomi yang terbatas. “Kami (para guru) mengajar dengan penuh ikhlas dan ketulusan hati. Niat kami hanya ingin anak-anak murid bisa sukses membangun diri serta Berhasil melanjutkan pendidikan ke jenjang yg lebih tinggi,” kata dia.
Dalam kesempatan itu, Hansen yang juga Koordinator Komunitas Peduli Sinabung (KPS) menyampaikan informasi mengenai Rumah Belajar Keluarga (RBK) yang telah dicetuskan di 26 desa di Tanah Karo. Ia juga membeberkan program pelatihan mekanik yang bekerjasama dengan Yamaha Motor. banyak anak didik yang sudah berhasil dan dipekerjakan di bengkel-bengkel resmi Yamaha,” ucapnya.
Hansen mengajak seluruh alumni untuk bersama sama berbuat karna pertemuan (reuni) itu akan menjadi bermakna lebih jika menghasilkan terobosan, untuk kemajuan pendidikan di Tanah Karo, karena dampak erupsi yang masih dirasakan masyarakat,” ucapnya.
Reuni itu terasa semakin meriah, karena sejumlah alumni bergantian menyanyikan lagu Karo. Mereka terlihat bersuka cita dengan melakukan foto bersama dengan rekannya dan para guru. Acara itu ditutup dengan penyerahan bingkisan dan angpao kepada para guru serta foto bersama. (sjinphen)












