Pemerintah Cina kini membuka pusat layanan aplikasi visa di Denpasar, Bali.
“Pembukaan aplikasi visa adalah untuk memfasilitasi dan memfasilitasi akses warga negara Indonesia untuk mendapatkan izin masuk ke China,” kata Konsulat Jendral China, Gou Haodong setelah membuka kantor layanan visa di Denpasar, Rabu (6/6).
Menurutnya, pembukaan aplikasi visa merupakan indikator untuk mempromosikan hubungan antara kedua negara, termasuk hubungan antara Indonesia dan Cina.
Kantor layanan visa terletak di lantai satu Grand Palace Hotel Sanur, Denpasar yang beroperasi pada hari kerja dari hari Senin hingga Jumat pukul 09.00-15.00 WITA.
Dengan dibukanya kantor layanan visa, orang-orang di Bali, NTB dan NTT sesuai dengan wilayah kerja Konsul Jenderal China di Denpasar, tidak perlu lagi mengajukan permohonan visa di Surabaya atau Jakarta.
“Jadi kantor aplikasi visa dapat mengurangi biaya atau memberikan efisiensi dalam hal biaya transportasi, terutama bagi penduduk di Bali,” kata Gou Haodong.
Sebagai informasi, biaya mengajukan permohonan visa Cina untuk satu kali masuk untuk Warga Negara Indonesia mencapai Rp540 ribu termasuk biaya visa dan biaya layanan aplikasi dengan pemrosesan visa selama delapan hari kerja setelah persetujuan dari Konsul Jenderal China di Surabaya.
Kantor layanan visa menjadi yang keempat di Indonesia setelah berdiri di Medan, Surabaya dan Jakarta.
Pemerintah Cina mencatat bahwa pada tahun 2017 jumlah warga negara asing yang masuk ke negara itu mencapai sekitar 139 juta orang, sekitar 2,25 persen atau 3,1 juta dari mereka dari Indonesia.
Diplomat senior yang melayani lebih dari 20 tahun di Afrika berharap bahwa pembukaan layanan visa dapat meningkatkan kunjungan warga Indonesia ke China.
Selain pertukaran pariwisata dan budaya, sektor investasi juga dapat meningkatkan pembukaan layanan visa di Denpasar karena Cina adalah salah satu sumber utama investasi di Indonesia.
Begitu juga wisatawan asal China berkunjung ke Indonesia pada 2017 mencapai 2,06 juta, dengan jumlah 1,38 juta di antaranya mengunjungi Pulau Dewata, Bali, membuat wisatawan dari negara itu menduduki posisi pertama kunjungan wisman. (Rilis.id)