Dua Tewas dan 15 Siswi Terluka dalam Kasus Penikaman Brutal di Jepang

0 14

Seorang siswi dan seorang pria dewasa terbunuh serta 15 siswa perempuan lainnya terluka dalam penikaman di sebuah halte di luar Tokyo pada hari Selasa (28/5), lapor penyiar nasional Jepang NHK mengutip pernyataan pihak berwenang, dan seorang pria lain yang ditahan di tempat kejadian juga kemudian meninggal.

Para siswi itu, yang berusia antara 6 dan 12 tahun, adalah siswa di sebuah sekolah Katolik swasta di kota Kawasaki, selatan Tokyo, dan sedang naik bus sekolah ketika tersangka menyerang mereka, menurut NHK.

Pengemudi bus Sekolah Dasar Caritas mengatakan kepada polisi bahwa dia melihat seorang pria mendekati halte bus dan mulai menampar orang, memegang pisau di kedua tangan, kata penyiar.

Dikatakan gadis yang terbunuh itu berusia 12 tahun. Seorang lelaki berusia 39 tahun juga tewas dan seorang wanita lainnya terluka parah bersama dengan 15 siswi lainnya yang terluka, kata NHK.

Seorang tersangka ditahan di tempat kejadian setelah menikam lehernya tetapi kemudian meninggal, NHK mengutip polisi. Dikatakan pria itu, seorang warga Kawasaki mungkin berusia 50-an, tidak sadarkan diri ketika ia ditahan.

Motif serangan itu belum jelas, tetapi tidak ada kekhawatiran segera akan ancaman keamanan yang lebih luas. Ada contoh-contoh sebelumnya mengenai penikaman massal di Jepang, kadang-kadang melibatkan orang yang rentan. Serangan terjadi pada hari terakhir kunjungan kenegaraan empat hari Presiden AS Donald Trump ke Jepang.

“Atas nama Ibu Negara dan saya sendiri, saya ingin mengambil waktu sejenak untuk mengirimkan doa dan simpati kami kepada para korban serangan penikaman pagi ini di Tokyo,” kata Trump ketika ia melakukan tur kapal perang terbesar di Jepang, Kaga.

“Semua orang Amerika berdiri bersama rakyat Jepang dan mendukakan para korban dan untuk keluarga mereka,” katanya.

Rekaman TV menunjukkan sejumlah perwira polisi dan kendaraan darurat di TKP, dengan area luas ditutup.

Seorang saksi mengatakan kepada NHK bahwa dia melihat orang-orang terbaring di jalan berlumuran darah dan seorang petugas polisi terlihat sedang menyusuri trotoar.

“Saya melihat seorang anak laki-laki membawa tas sekolah dengan goresan di wajahnya, pergelangan tangan dan kakinya di tempat parkir,” kata NHK mengutip seorang saksi mata yang tidak disebutkan namanya.

“Dia tampak gemetar – ketakutan dan kaget.”

Sekolah khusus perempuan terletak hanya sekitar satu kilometer dari lokasi serangan, kata NHK.

Kejahatan kekerasan relatif jarang terjadi di Jepang, tetapi insiden-insiden besar yang terjadi sesekali mengejutkan negara tersebut.

Seorang pria yang memegang pisau mendobrak masuk ke sebuah fasilitas untuk para penyandang cacat di sebuah kota kecil dekat Tokyo pada tahun 2016 dan menewaskan 19 pasien dalam tidur mereka. Pada tahun 2001, delapan anak ditikam sampai mati oleh seorang mantan petugas kebersihan di sekolah mereka di Osaka.

Lebih dari selusin orang terluka dalam penikaman busuk tahun 2010 di bus sekolah dan bus komuter di pinggiran kota Tokyo.

Leave A Reply

Your email address will not be published.