Diplomat Indonesia dan Palestina Bertemu Menjelang Pertemuan Darurat di Yerusalem

0 100

JAKARTA – Menteri luar negeri Indonesia dan Palestina telah bertemu untuk membahas proposal untuk pertemuan darurat Organisasi Kerjasama Islam (OKI) pada Rabu (13/12) sebagai tanggapan atas keputusan Presiden Amerika Serikat Donald Trump baru-baru ini mengenai Yerusalem.

Rabu lalu, Presiden AS membuat pengumuman kontroversial dengan mengakui Yerusalem sebagai ibukota Israel dan memindahkan Kedutaan Besar AS dari Tel Aviv ke kota bersejarah tersebut seperti yang suci oleh orang Yahudi, Kristen dan Muslim. Pengumuman Mr Trump, sebuah pembalikan dari kebijakan AS selama berpuluh-puluh tahun, telah dipenuhi dengan unjuk rasa yang marah di seluruh dunia, termasuk di Malaysia dan Indonesia.

Pada prinsipnya, unsur-unsur (proposal) yang akan dibawa oleh Palestina dan Indonesia ke pertemuan OKI di Istanbul sangat banyak. Oleh karena itu, kami akan meminta kepada para pejabat senior untuk bekerja sama menyusun draf naskah sebagai hasil yang diharapkan dari Istambul pertemuan, “kata menteri luar negeri Indonesia Retno Marsudi kepada wartawan setelah pertemuan dengan mitra Palestina Riyad Al-Maliki di ibukota Yordania, Amman, larut malam waktu setempat (kira-kira pukul 03:00 waktu Singapura, Selasa).

Video pernyataan Ms Retno setelah pertemuan tersebut dikeluarkan oleh kementerian luar negeri di Jakarta pada Selasa pagi.

Diplomat utama Indonesia berada di ibukota Yordania sebagai bagian dari tur tiga negara yang mencakup pemberhentian di Turki dan Belgia dalam upaya untuk mengumpulkan dukungan politik untuk Palestina. “Setelah pertemuan Istanbul, saya akan pergi ke Brussels untuk bertemu dengan menteri luar negeri Uni Eropa Palestina menghargai diplomasi Indonesia untuk membantu perjuangan mereka, “kata Retno juga.

Para pemimpin dunia juga mengkritik langkah Trump sebagai melawan hukum internasional, memperingatkan bahwa hal itu dapat mengatur kembali proses perdamaian dan menguatkan ekstremis dan kelompok garis keras.

Presiden Indonesia Joko Widodo mengecam keras keputusan Presiden Trump, dan mendesak AS untuk mempertimbangkannya kembali.

Tokoh-tokoh Islam, Protestan, Katolik, Budha dan Konfusian terkemuka di Indonesia mengeluarkan sebuah pernyataan bersama pada hari Senin, mengutuk apa yang mereka gambarkan sebagai langkah provokatif oleh Mr Trump.

Mengklaim keputusan tersebut melanggar resolusi internasional mengenai posisi Yerusalem, kelompok tersebut juga meminta masyarakat internasional untuk memberi tekanan pada Mr Trump dan pemerintahannya untuk mencabut keputusan yang kontroversial tersebut dan membatalkan rencananya untuk memindahkan kedutaan AS di Israel dari Tel Aviv ke Jerusalem, lapor The Jakarta Post pada hari Selasa.

“Trump telah mengabaikan proses perdamaian Israel-Palestina yang sejauh ini, dan ini akan memicu reaksi global dan akan berdampak pada stabilitas dan kedamaian dunia,” kata Pendeta Gomar Gultom, ketua presidium Inter- Dewan Agama dan sekretaris jenderal Persatuan Gereja Indonesia.

Leave A Reply

Your email address will not be published.