Decoupage Kerajinan Tangan Petani Tiongkok Di Masa Lalu Yang Terus Berkembang & Populer Di Tanah Air

0 256

Seni decoupage atau menggunting dan menempel di atas permukaan beragam benda sangat disukai masyarakat di tanah air. Berbagai pernak pernik hingga furniture mendapat sentuhan seni decoupage. Hasil karya decoupage tak sekedar hobi tapi menjadi lahan usaha menarik bagi sebagian orang. Demikian pula para pelaku usaha kecil menengah memanfaatkan seni decoupage untuk dagangannya.

Decoupage dari bahasa Perancis, decouper berarti memotong. Namun aslinya decoupage berasal dari Tiongkok, yakni pada abad 12 para petani di negeri tersebut menggunting kertas warna warni lalu menempelkannya untuk menghias jendela, lentera, kotak hadiah, dan benda lainnya. Seni menempel juga ditemukan di banyak makam di Siberia Timur. Para pengrajin dari Jerman dan Polandia juga menggunakan seni tempel kertas untuk dekorasi. Seni decoupage makin berkembang pada abad 17 hingga 19 di Eropa.

Sejarah panjang decoupage terus berevolusi dengan gaya baru dan teknik beragam, demikian pula di tanah air yang saat ini mencuri perhatian banyak pengrajin. Ariyani dari Creative Corner yang sering memberi pelatihan seni decoupage mengakui banyak teknik terbaru sehingga diminati pelaku UKM dan penghobi.

“Jika dulu seni decoupage hanya menempel tissue khusus bergambar pada sebuah benda. Kini terbaru ditambahkan mozaic gel, bila kering menyerupai keramik, tapi tidak bisa pecah,” jelas Aryani di sela memberi pelatihan para ibu dan anak-anak di Creative Corner.

Secara detail Aryani memperlihatkan bagaimana menggunakan mosaic gel untuk memperindah decoupage. Mula-mula permukaan benda diamplas lalu dicat, setelah dikeringkan barulah ditempel dengan kertas tissue bergambar dengan lem. Selanjutnya dipernis. Kemudian pada bagian tertentu ditetesi cairan mosaic gel yang keringnya memakan waktu hampir 6 jam.

“Mozaic gel harganya murah dan bahannya ramah lingkungan. Seni decoupage ini semua berbahan ramah lingkungan karena menggunakan air. Pembuatannya juga sangat mudah dan membutuhkan sedikit ketelatenan. Anak-anak pun bisa belajar seni decoupage,” imbuh Aryani.

Harga jual barang yang dihasilkan dari seni decoupage dari Rp 125 Ribu hingga Rp 750 Ribu, ujar Aryani dan menurutnya sangat membantu menambah penghasilan keluarga bila ditekuni. Elly salah satu peserta pelatihan seni decoupage mengaku hobi membuat kerajinan sejak muda. Namun, Elly tidak menjual hasil kerajinan yang dibuatnya, tapi hanya untuk koleksi dan dekorasi di rumah.

“Kalau saya disuruh mengajar kerajinan untuk para ibu dan anak-anak dengan senang hati. Tidak usah dibayar karena ilmu itu harus ditularkan siapa tahu bermanfaat bagi banyak orang,” jelas Elly.
Nico Yoyanda dari Creative Corner mengatakan sering menggelar pelatihan kerajinan untuk masyarakat diantaranya membuat bouquet bergambar, kokedama atau teknik menanam dengan media tanam lumut. Tanah yang ditanami benih lumut lalu dibentuk bulat sebesar tempurung kelapa.

“Selain kerajinan, kami juga mengadakan pelatihan memotret masakan. Ketrampilan kerajinan yang diajarkan untuk membantu menambah pengetahuan dan wawasan sehingga menjadi peluang usaha,” jelas Nico. (April Lie)

Leave A Reply

Your email address will not be published.