The news is by your side.

China Tertarik Untuk Berinvestasi Produksi Pakaian Muslim di Indonesia

30

Duta Besar Indonesia untuk China, Djauhari Oratmangun, mengundang investasi Indonesia di hadapan sekitar 200 perusahaan kelompok Tionghoa dalam sebuah forum yang diselenggarakan oleh Standard Chartered Bank di Beijing. Djauhari disahkan dan didukung penuh oleh CEO Standard Chartered Indonesia Rino DonoSepoetro untuk mengirim komentar Main di forum

Tampil sebagai salah satu pembicara dari tiga pembicara utama, Duta Besar Djauhari menggambarkan pertumbuhan ekonomi Indonesia yang stabil dan kuat sejak 2014, dan pada tahun 2017 tumbuh 5,07% dengan PDB yang telah melampaui US $ 1 triliun, terutama didorong oleh konsumsi dan investasi.

“Sebagai salah satu pilar utama ekonomi, investasi swasta diharapkan mencapai US $ 260,6 miliar dengan 53,3% bersumber dari sektor manufaktur,” kata Djauhari dalam pernyataan tertulis, Jumat (18/5).

China sebagai mitra strategis dan sahabat Indonesia adalah salah satu sumber terbesar FDI (Investasi Langsung Asing) di Indonesia dari 2015 – 2017 mencapai US $ 6,65 miliar. Pada 2017, investasi China ke Indonesia mencapai US $ 3,3 miliar, meningkat lima kali lipat dibandingkan tahun 2015.

Posisi China telah naik dari posisi kesembilan ke posisi ketiga sebagai investor terbesar di Indonesia. Ketika dikombinasikan, Daratan China dan Hong Kong, itu akan menjadi investor asing terbesar kedua di Indonesia.

“Sebagai teman dan dengan iklim investasi yang lebih ramah di Indonesia saat ini, China layak menjadi investor utama di Indonesia,” kata Djauhari.

Djauhari juga mengatakan bahwa selama kunjungan Perdana Menteri Cina Li Keqiang ke Indonesia pada 6-8 Mei, itu diterima oleh Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla.

Para pemimpin kedua negara sepakat untuk meningkatkan investasi dan perdagangan seperti peningkatan ekspor minyak sawit Indonesia ke China (setidaknya 500.000 ton) per tahun di samping China membuka pasar untuk ekspor sarang walet dan buah-buahan tropis dari Indonesia.

“China juga berkomitmen untuk berinvestasi di sektor produk pakaian halal dan Muslim di Indonesia untuk diekspor ke China dan negara lain,” jelas Djauhari.

Investasi dalam kerangka Belt and Road Initiative, sepakat untuk membangun empat koridor ekonomi di empat provinsi di Indonesia, yaitu Sumatera Utara, Kalimantan Utara, Sulawesi Utara dan Bali. Investasi ini meliputi berbagai proyek seperti pengembangan industri, infrastruktur, bandara, kereta api, pelabuhan, tol, energi dan pariwisata yang tentu saja bersinergi dengan Poros Maritim Indonesia.

Leave A Reply

Your email address will not be published.