China Jadi Penguasa Pasar Mobil Indonesia Setelah Jepang

0 70
Bayangan suram merek-merek Cina di Indonesia mulai cerah setelah pemain baru, Wuling, datang untuk membawa perubahan besar. Perusahaan otomotif negeri tirai bambu itu menjadi penguasa penjualan mobil terbesar kedua di Indonesia setelah Jepang.

Pada paruh pertama tahun ini, berdasarkan data wholesales Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), penjualan mobil di Indonesia mencapai 553.757 unit. Perwakilan Jepang, ada 12 merek, mendominasi pasar hingga 97,5 persen (539.885 unit).

Faksi Cina, diisi oleh Wuling, Sokonindo, dan Faw, naik 1,6 persen (8.675 unit). Kontributor terbesar untuk kelompok Cina adalah Wuling yang mencatat penjualan 8.120 unit, diikuti oleh Sokonindo yang masih bergantung pada pickup dengan 269 unit, dan Faw 161 unit di segmen komersial.

Pada hasil total tahun lalu, China berhasil melompat dari posisi ketiga kubu Korea Selatan yang membengkak. Pada paruh pertama tahun ini, manufaktur China semakin besar untuk menggeser merek Eropa yang sudah cukup lama bertengger di posisi kedua.

Hasil yang baik dari benteng Cina, 8.675 unit, didorong oleh Wuling yang menjual Confero S lebih banyak dan mulai mengakumulasi pesanan Cortez 1.5L. Potensi benteng pertahanan China membesar lebar karena Sokonindo berencana merilis model resmi baru DFSK Glory 580.

Merek Cina sedang meningkat, tetapi merek Eropa berkaitan dengan urusannya, salah satunya adalah Mercedes-Benz. Dari 10 merek Eropa hanya mampu menjual 3.907 unit pada semester pertama 2018. Bahkan, pada periode yang sama tahun lalu, merek Eropa bisa menjual hingga 5.690 unit.

Faktor utama penjualan Eropa melemah karena Mercedes-Benz tidak lagi menyetor data ke Gaikindo yang mengakibatkan pemecatan Mercedez-Benz dari Gaikindo pada Februari.

KPPU menyoroti setoran data APM ke Gaikindo

Gaikindo akhirnya memutuskan untuk mengeluarkan Mercedes-Benz Indonesia dan Mercedez-Benz Distribution Indonesia dari keanggotaan karena mereka tidak ingin mengirimkan data penjualan. Menurut Gaikindo tidak adil untuk 40 anggota lainnya jika hanya Mercedez-Benz yang tidak melakukannya.

Sebaliknya, pengumpulan data penjualan Agen Pemegang Merek (APM) oleh Gaikindo saat ini sedang dipantau oleh Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) yang hanya memiliki 9 anggota baru untuk periode 2018-2023.

KPPU berpendapat bahwa pengumpulan data oleh sesama pengusaha memiliki potensi untuk menciptakan praktik negatif. Rekomendasi KPPU, sehingga APM tidak menyerahkan data penjualan ke Gaikindo.

Gaikindo, yang telah membahas pengumpulan data penjualan kepada anggota lama KPPU, memiliki dasar hukum untuk melakukannya, yaitu Peraturan Menteri Keuangan No. 79 tahun 2013. Gaikindo adalah asosiasi yang kepengurusannya berasal dari perwakilan anggotanya sendiri .

Antisipasi merek-merek Cina

Menurut Sekretaris Jenderal Gaikindo Kukuh Kumara, penjualan cepat Wuling, yang kini menduduki peringkat 9 dari 10 merek terlaris di Indonesia, bukanlah sesuatu yang mengejutkan. Ia menilai pencapaian itu merupakan dampak dari keseriusan investasi yang telah dilakukan.

“Itu sesuatu yang adil, tentang keseriusannya, dibandingkan dengan keraguan Korea Selatan,” kata Kukuh ketika dihubungi CNNIndonesia.com.

Produsen dan pemegang merek Wuling, SGMW Motor Indonesia, telah mencairkan investasi sebesar Rp9,6 triliun untuk beroperasi di Indonesia. Sebagian besar investasi dialokasikan untuk pembangunan pabrik di atas lahan seluas 60 hektar di Bekasi, Jawa Barat.

Pabrik memiliki kapasitas 120.000 unit per tahun dan memiliki area konsentrasi pabrik pemasok suku cadang untuk memangkas biaya logistik. Ini adalah bukti niat pemain baru jangka panjang China, tidak seperti seniornya.

Kukuh mengatakan bahwa skema pabrik Wuling yang memiliki lahan khusus untuk produsen komponen dapat ditiru oleh investor baru lainnya yang ingin merasakan otomotif domestik. Dia menjelaskan bahwa dia pernah mendiskusikan masalah ini dengan Kementerian Perindustrian.

Idenya adalah bahwa pemerintah menyediakan lahan untuk investor untuk menyewa, misalnya selama 50 tahun. Tujuannya adalah investasi besar yang disiapkan tidak habis untuk membeli tanah. Sekitar 30 persen dari semua investasi digunakan untuk membeli tanah.

“Jadi konsentrasi tanah, siapa pun yang ingin berinvestasi dapat, pemerintah sediakan, itu akan disewakan, pemerintah memberikan hak untuk menggunakan bangunan itu sehingga ia dapat menggunakan modal investasi tanah untuk alat untuk mengekspor dan berbuat lebih banyak, “Kata Kukuh.

Hasil penjualan nasional di paruh pertama tahun 2018:

Jepang 539.885 unit
Cina 8.675 unit
Eropa dan AS 3.907 unit
India 538 unit
Korea 739 unit
Malaysia 13 unit

Hasil penjualan nasional 2017:

Jepang 1.060.010 Unit
Eropa dan AS 10.695 unit
China 5.418 unit
Korea 2.108 unit
India 1.065 unit
Malaysia 12 unit

(CNN Indonesia)

Leave A Reply

Your email address will not be published.