BNPB: Ratusan korban banjir di Sulawesi Tenggara mengungungsi mandiri

0 17

Jakarta  – Pimpinan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan
ratusan korban banjir di Konawe Utara, Sulawesi Tenggara memilih untuk mengungsi secara
mandiri ke rumah kerabat terdekat.
"Setidaknya saat ini tercatat ada 126 jiwa yang memilih mengungsi mandiri itu," kata Kepala
Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari dalam laporan yang
diterima di Jakarta, Jumat.
Tim Pusdalops BNPB mencatat para pengungsi itu merupakan bagian dari total sebanyak 883
keluarga yang terdampak banjir sejak Kamis (9/5) malam.
Menurut dia, ratusan korban itu merasa khawatir air belum surut dan ada potensi terjadi banjir
susulan sehingga memilih untuk mengungsi secara mandiri. Mereka bergotong royong
meninggalkan rumahnya masing-masing dan mengangkut kendaraan menggunakan rakit dari
kayu dan bambu.
Sementara pihaknya mengkonfirmasi untuk ratusan korban yang lainnya dilaporkan memilih
menetap sambil untuk menunggu sampai genangan banjir benar-benar surut.
BNPB mencatat kondisi demikian terpantau di beberapa wilayah Desa Tambakua, Polora, Paka

Indah, Desa Puuwanggudu, Wanggudu, Amorome, Tapuwaru, Desa Loronangaz dan Desa
Rapuema di Kecamatan Molawe.
Terlepas dari situ, ia menyebutkan, tim gabungan sudah bersiaga di lokasi terdampak banjir
untuk meringankan beban para korban. Sekaligus pula memastikan semua kebutuhan pokok dan
kesehatan para korban selama masa darurat bencana itu akan dijamin oleh pemerintah.
"BPBD Kabupaten Konawe Utara bersama TNI dan Polri sudah berkoordinasi guna melakukan
pendataan dan penanganan selanjutnya," ujarnya, seraya menyampaikan dalam peristiwa ini total
ada satu unit jembatan dan 450,2 hektare lahan pertanian dan perkebunan terancam rusak setelah
teredam banjir dengan ketinggian muka air 50 centimeter – 1,3 meter.

Leave A Reply

Your email address will not be published.