Bersanding dengan China, AS, Tim Olimpiade Matematika Indonesia Masuk 10 Besar Internasional

0 414

Tim Olimpiade Matematika Indonesia SMA menghormati nama bangsa dengan memenangkan satu medali emas dan lima perak dalam Olimpiade Matematika Internasional (IMO) ke 59 yang diadakan di Cluj-Napoca, Rumania pada 4 – 14 Juli 2018. Total 6 medali yang mengantarkan Indonesia peringkat 10 di dunia dari 106 negara pesaing.

“Ini adalah pencapaian tertinggi yang pernah kami raih berkat tim yang telah berjuang untuk mengharumkan bangsa Indonesia di arena matematika dunia, yang merupakan salah satu ajang yang sangat bergengsi dan bergengsi,” kata Kepala Subdirektorat Pembelajar, Direktorat Pengembangan SMA, Suharlan, saat menjemput kedatangan delegasi Indonesia di Bandara Soekarno Hatta, Minggu, 15 Juli 2018.

Menurut data dari situs resmi IMO, selama 30 tahun partisipasi Indonesia telah berhasil mengumpulkan total 2 medali emas, 22 perak, 44 perunggu, dan 30 Honorable Mention. Pada 2018, Indonesia berada di peringkat 10 dari 106 negara yang bersaing. Hasil ini melampaui pencapaian negara-negara yang lebih kuat, seperti Australia (11), Inggris (12), Jepang (13), Kanada (16) dan Italia (17).

Medali emas dimenangkan oleh Gian Cordana Sanjaya (SMAK Petra 1 Surabaya) dengan total skor 31. Bukan hanya emas, Indonesia juga ‘panen’ perak yang disajikan oleh Alfian Edgar Tjandra (SMA Kharisma Bangsa), Kinantan Arya Bagaspati (SMA Taruna) Nusantara), Farras Mohammad Hibban Faddila (SMAK Kharisma Bangsa), Valentino Dante (SMAK 2 Petra Surabaya), dan Otto Alexander Sutianto (SMAK Penabur Gading Serpong). Alfian, Kinantan, dan Farras masing-masing mencetak 29, Valentino 28, dan Otto mencetak total 25.

Prestasi 10 besar yang diraih oleh para duta mahasiswa kebanggaan Indonesia adalah pencapaian terbaik yang pernah diraih oleh Indonesia di IMO. “Ini adalah emas kedua, setelah sebelumnya pada tahun 2013, ketika IMO ke-54 di Kolombia Indonesia meraih emas pertama dan peringkat ke-19 di dunia,” kata Suharlan.

Koordinator tim IMO Indonesia, Dr. Aleams Barra, mengungkapkan, siswa diminta untuk melakukan 6 pertanyaan. Setiap tiga (3) pertanyaan / hari harus diselesaikan dalam waktu 4,5 jam. Pertanyaannya adalah pertanyaan orisinal dengan jenis pertanyaan yang belum pernah dilakukan oleh siswa sebelumnya. “Untuk dapat melakukannya diperlukan kecepatan berpikir, ketenangan mental, dan kreativitas tinggi,” kata Aleams Barra.

Tim Olimpiade Matematika Indonesia didampingi oleh Drs. Aleams Barra (Pemimpin), Dr. Hery Susanto (Wakil Pemimpin), Dr. Dawn dari Yuliawan, dan Fonda Ambitasari (Kemdikbud).

Kemendikbud menghargai kerja keras tim IMO dalam mempersiapkan, serta dukungan orang tua dan pelatih. Sebelumnya, dalam pembekalan, Direktur Pengembangan Sekolah Tinggi, Purwadi Sutanto, mengatakan bahwa prestasi tim IMO memenangkan seluruh rakyat Indonesia. Enam siswa yang mewakili Indonesia mampu bersaing dengan siswa dari berbagai negara. “Dengan semangat dan motivasi yang tinggi, kami yakin bisa membawa pulang medali, Mempermalukan mentalitas Anda, meyakinkan Indonesia bisa! Selamat berkompetisi, dan membawa pulang medali,” pesan Direktur Pengembangan SMA pada waktu itu.

Gian, seorang siswa SMA Kristen Petra 1, Surabaya, peraih medali emas, mengatakan lawan yang mereka hadapi sangat berat. Namun, sejak kepergiannya ia menyatakan percaya diri untuk memenangkan emas, setelah tahun lalu di Brasil berhasil menyumbangkan medali perak. “Amerika, Cina, Rusia, Jepang, Korea dan Inggris, termasuk yang kuat,” kata Gian yang juga bergabung di IMO 2016 dan memenangkan medali perunggu. (Tempo.co)

Leave A Reply

Your email address will not be published.