Berkah Superhero Dan Tokoh Anime Menjadi Peluang Usaha Meraup Rupiah

0 436

Cosplay ramai diperbincangkan di tanah air sejak beberapa tahun terakhir. Kehadiran cosplayer tak hanya meriahkan acara khusus bertema Jepang tapi merambah ke berbagai acara lain seperti pameran, ulang tahun, dan sebagainya. Cosplayer selalu menarik perhatian pengunjung tak hanya anak-anak tapi juga orang dewasa.

Cosplay produksi milik Richard

Cosplay itu apa? Cosplay berasal dari gabungan kata costume dan play yang berarti hobi mengenakan pakaian beserta asesoris dan rias wajah seperti tokoh dalam komik anime, manga, dongeng, penyanyi, musisi dan film kartun. Cosplay juga berarti bentuk pertunjukan seni dimana para pemainnya mengenakan kostum karakter tertentu. Permainan kostum tak hanya mewabah di tanah air tapi juga di Amerika, China, Eropa, Philipina dan sebagainya.

Penggunaan cosplay sendiri telah ada sejak 1960 untuk penggemar film Star Trek, lalu pesta Haloween dan Paskah. Cosplay mewabah di Jepang pada 1970-an pada acara peragaan kostum didukung majalah anime gencar memuat berita tentang cosplay. Bagaimana di Indonesia? Cosplay dikenal masyarakat sejak jaman dulu, yakni wayang orang. Pemain wayang memakai berbagai pakaian tokoh-tokoh dalam cerita Mahabarata dan sebagainya.

Cosplay luar baru dikenal di tanah air pada tahun 2000 dan terus digemari penghobi hingga kini. Event cosplay rutin digelar di Jakarta, Bandung, Surabaya dan kota besar lainnya. Cosplay akhirnyamenjadi bisnis yang menguntungkan bagi sebagian orang. Karena mencari kostum para tokoh kartun tidaklah mudah, apalagi harus disesuaikan postur si pemakai.

Richard Oktavia salah satu pembuat cosplay mengaku baru beberapa tahun terakhir menggeluti bisnis tersebut. “Awalnya saya membuat cosplay untuk diri sendiri. Saya melihat cosplayer kurang bisa berakting fighting, padahal itu perlu sesuai dengan karakternya. Akhirnya saya ikutan memakai cosplay karena saya memiliki dasar bela diri,” jelas Richard sebagai atlit tinju dan wushu Jatim.

Aksi Richard pun sangat menarik perhatian orang di setiap acara. Akhirnya, Richard berpikir untuk menjadikan cosplay sebagai bisnis barunya. Richard yang masih berkuliah di STTS Surabaya mengadu peruntungan di bisnis cosplay dengan penjualan secara online. “Pembeli dari seluruh wilayah di tanah air mulai dari Malang, Surabaya, Jakarta hingga Singapura.  Terutama anak muda penyuka animasi,” jelasnya.

Menurut putra pertama pasangan Anton dan Voni, membuat pakaian cosplay tidaklah mudah terutama untuk tokoh-tokoh robot seperti Gundam dan Transformer. Dibutuhkan waktu hampir sebulan penuh untuk menyelesaikannya secara detail. Bahan yang dipakai diantaranya dari resin, spandek, kain, paper craft dan sebagainya. Namun menurut Richard pemesanan untuk robot tidaklah banyak mengingat bobot pakaian tersebut sangat berat dikenakan.

“Karena mahalnya harga pakaian cosplay, kami juga menyewakan untuk berbagai event. Cosplay yang kami buat bisa dibeli secara terpisah maupun satu set. Tapi kostum Spiderman terbanyak permintaan,” jelas Ricahard yang berharap bisnisnya terus berjalan seiring dengan maraknya lomba cosplay.

Komunitas cosplay di Surabaya ada beberapa dengan anggota ratusan dan memiliki kegiatan rutin pertemuan di berbagai kota. Cosplay Surabaya disingkat Cosura didirikan 2007 memiliki anggota ratusan dengan slogan ‘Kita bangga, kita satu, kita adalah keluarga’. Salah satu cosplayer mengatakan menjadi cosplay juga sering ikut lomba untuk melatih kepercayaan diri dan memperbanyak teman sehobi. (April Lie)

Leave A Reply

Your email address will not be published.