Belajar Bahasa Mandarin Hingga Kuliner dan Berdiskusi dengan Imam Masjid Akhir dari Program Pertukaran Pemuda Muslim Asia Tenggara di Taiwan
Program Pertukaran Pemuda Muslim Asia Tenggara 2018 atau Taiwan Muslim Youth Exchange Camp for Southest Asean Countries yang diikuti 40 peserta dari Brunai, Indonesia, Malaysia dan Singapura digelar selama seminggu berakhir pada 28 Juli lalu sangatlah berkesan bagi semua peserta. Karena tak hanya mengunjungi berbagai tempat wisata menarik di Taiwan, berkuliner, hingga berdiskusi dengan pimpinan Masjid tapi juga belajar bahasa Mandarin yang diajar seorang guru.

Pada hari pertama kegiatan Taiwan Muslim Youth Exchange Camp for Southest Asean Countries seluruh peserta mendengarkan penjelasan tentang budaya hingga kehidupan muslim di Taiwan. Selanjutnya pada hari kedua berkeliling di beberapa kota di Taiwan melihat langsung budaya masyarakat setempat. Bahkan olahraga ekstrem seperti gokart tingkat internasional juga dijajal para peserta. Lalu berwisata ke Dapeng Bay National Scenic Area yakni tempat hidup berbagai spesies tumbuhan dan hewan laut.

Selama pelaksanaan Taiwan Muslim Youth Exchange Camp for Southest Asean Countries disajikan masakan halal. Salah satu restoran halal kuliner khas Thailand di kota Taipei sering dikunjungi tokoh-tokoh muslim hingga menteri dari Indonesia dan Malaysia. Yunus pemilik restoran adalah muslim Taiwan membuka restoran sejak 20 tahun lalu. Yunus mengungkapkan penyajian bahan makanan masakannya dari bahan yang segar dan dijamin kehalalnya.

Kemudian para peserta melaksanakan sholat Jumat di Masjid Taipei yang dibangun 1949. Mereka disambut hangat imam masjid didampingi pengurus kemudian saling berdiskusi bertukar informasi. Setiap sholat Jumat di Masjid tersebut didatangi umat Islam dari berbagai negara yang tinggal di Taipei. Pengurus Masjid juga menyediakan aneka kue selain para penjual menjajakan berbagai makanan halal.

Pada hari terakhir, para peserta mengikuti kursus singkat bahasa Mandarin yang diajarkan seorang guru. Ucapan umum seperti selamat pagi, selamat malam, terimakasih, hingga memperkenalkan diri diajarkan. Selanjutnya para peserta yang dibagi 6 grup berlatih menari dan bertutur kata bahasa Mandarin untuk ditampilkan di malam perpisahan 2018 Taiwan Muslim Youth Exchange Camp for Southest Asean Countries.
Dalam acara perpisahan dihadiri James K.J. Lee Sekjen Kementrian Luar Negeri Taiwan bersama para staf. 40 peserta dari negara Asia Tenggara menerima sertifikat dari James K.J. Lee. Perwakilan peserta dari berbagai negara pun menyerahkan kenang-kenangan kepada James.
James mengucapkan selamat datang dan semua yang hadir dianggap sebagai keluarga besar. “Silahkan menceritakan pengalaman selama berkunjung kemari kepada kawan, keluarga dan handai taulan baik di rumah, tempat kerja, maupun di sekolah,” pinta James kepada seluruh peserta.

Salah satu peserta berharap tetap adanya jalinan persahabatan dan masih bisa bertemu maupun berkomunikasi waau lewat ponsel. “Taiwan Muslim Youth Exchange Camp for Southest Asean Countries sangat berkesan dan marilah menjalin persahabatan, karena selama seminggu kita berkegiatan bersama di Taiwan,” tutur Hatim dari Malaysia.
Dalam acara itu TETO Surabaya memberangkatkan 9 peserta, satu dari Makassar, sedangkan TETO Jakarta memberangkatkan 18 peserta. (AV)