AS, Rumania dan China Jadi Tujuan Ekspor Produk Pertanian Indonesia

0 137

Badan Karantina Pertanian Kementerian Pertanian Republik Indonesia Melakukan Gerakan Gabungan (Geber) Ekspor Hasil Pertanian. Kegiatan ini dalam rangka meningkatkan dan mempercepat produk pertanian yang kompetitif di pasar internasional.

Gerakan ini dilakukan bersamaan dengan 24 Unit Pelaksana Teknis (UPT) yang melakukan Geber Ekspor berbagai produk pertanian. Mereka tersebar di Entikong, Padang, Cilacap, Palembang, Medan, Aceh, Pekanbaru, Belawan, Pangkalpinang, Surabaya, Tajal Balai Asahan, Jambi, Manado, Tanjungpinang, Banjarmasin, Denpasar, Balikpapan, Samarinda, Parepare, Sumbawa, Karimun, Semarang dan Makassar.

Adapun berbagai produk pertanian yang diekspor dari kawasan tersebut antara lain, 100 ton komoditas kakao liquer ke Amerika Serikat, 50 ton sayuran ke Jepang, 6,1 ton gula organik ke Rumania, 297 ton kelapa tujuan Cjoma, 750 irisan daging babi Singapura dan 145 Kg tujuan sarang walet Cina.

“Pada hari ini, kami melakukan ekspor produk pertanian secara bersamaan yang dilakukan dengan 24 UPT Balai Karantina Pertanian dengan berbagai produk pertanian dan hewan di nusantara,” kata Kepala Badan Karantina Pertanian Kementerian Pertanian, Banun Harpini di Bandara Soekarno-Hatta di Jakarta. acara Geber Export Agriculture, Kamis (7/6).

Menurut dia, ekspor produk pertanian saat ini telah berakselerasi dari tahun ke tahun dan menunjukkan tren positif di setiap periode. Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS), nilai ekspor pertanian Indonesia pada tahun 2017 mencapai US $ 33,1 miliar, naik 24 persen dibandingkan ekspor 2016 sebesar USD 26,7 miliar.

“Sebaliknya, impor kita menurun lebih jauh, kinerja 2017 ini memperoleh surplus USD 15,9 miliar, naik 48,8 persen dibandingkan tahun 2016 surplus USD 10,9 miliar,” kata Banun.

Sementara itu Geber Ekspor pertanian secara langsung dikirim dari Bandara Soekarno Hatta hari ini, di antaranya 308 kg gaharu, 803 Kg mangga dan 153 Kg salak, 100 Kg cengkeh, 100 kg lada, 100 Kg kayu manis dengan tujuan Arab Saudi.

“Selain itu ada anthurium 37.774 batang, gerbera 3,234 batang lomandra, 585.354 kotak philodendron, 146.696 kotak, sygonium 11.550 kotak dan tanaman hias lain 891.600 batang untuk keperluan Australia,” katanya.

Selain negara tujuan, geber ekspor produk pertanian dan peternakan juga mengekspor 1,65 kg tomat tujuan India, 155 kg jeruk tujuan Ceko, reptil 500 ekor tujuan Hong Kong dan Amerika, serta menelan tujuan sarang Thailand dan China sebanyak 300 kg dan 87 kg.

Dari lukisannya, beberapa negara seperti China, Amerika, Jepang, Pakistan dan India menjadi negara penerima teratas ekspor pertanian Indonesia.

“Kelima negara ini tercatat sebagai negara tujuan ekspor pada 2017 dan semester 1 2018. Ini menunjukkan adanya produk pertanian yang diekspor yang harus didorong bersama,” kata Banun. (Merdeka)

Leave A Reply

Your email address will not be published.