Angka Kemiskinan Dan Pengangguran Di Jatim Menurun

0 69

Presentase penduduk miskin Jatim per September 2017 sebesar 11,20 persen atau turun sebesar 0,57 persen dibanding Maret 2017 sebesar 11,77 persen. Sedangkan nasional turun sebesar 0,52 persen. Dibanding tahun lalu, tingkat kemiskinan dari bulan Maret 2016 sampai dengan September 2017 ini turun sangat signifikan, yakni 0,85 persen, sedangkan nasional turun sebesar 0,74 persen.

“Capaian ini melampaui target kemiskinan yang terdapat dalam RPJMD yaitu sebesar 11,80 – 11,50 persen,” terang Gubernur Soekarwo saat menyampaikan Nota Penjelasan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban/LKPJ Akhir Tahun 2017 dalam Sidang Paripurna di Gedung DPRD Provinsi Jatim, Senin (2/4).

Jumlah penduduk miskin Jatim selama Maret-September 2017 turun sebanyak 211.740 jiwa, yakni dari 4.617.010 jiwa pada Maret 2017 menjadi 4.405.270 jiwa pada September 2017. Sedangkan penduduk miskin di daerah perkotaan pada September 2017 sebesar 7,13 persen, turun dibandingkan Maret 2017 sebesar 7,87 persen.

Menurut Soekarwo, penurunan terjadi karena Pemprov Jatim gencar melakukan program dan kegiatan seperti Bantuan Pangan/ Beras, Bantuan Khusus Siswa Miskin/BKSM, Bosda Madin dan program Rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni/RTLH. Meningkatkan pendapatan masyakarat miskin melalui beberapa strategi diantaranya Jalinmantra, Anti Poverty Program, koperasi wanita dan koperasi pondok pesantren. Sinergitas program penanggulangan kemiskinan antara pusat dan daerah melalui Program Keluarga Harapan/PKH, beras sejahtera/rastra dan Program Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat.

Tingkat Pengangguran Terbuka/TPT Jatim pada Agustus 2017 tercatat sebesar 4,00 persen, turun 0,21 persen dibanding Agustus 2016 sebesar 4,21 persen.

“Pencapaian kinerja telah melampaui target yang telah ditetapkan pada RPJMD yaitu sebesar 4,17- 4,08 persen,” terang Soekarwo.

Gubernur Jatim menambahkan, dari sisi jumlah angkatan kerja mengalami kenaikan sebanyak 984 ribu orang. Dari 19,95 juta orang pada Agustus 2016, meningkat menjadi 20,94 juta orang pada Agustus 2017. Sedangkan jumlah pengangguran mengalami penurunan sebanyak 787 orang dari 839.283 orang pada Agustus 2016, menjadi 838.496 orang pada Agustus 2017.

Membaiknya kondisi ketenagakerjaan, karena didukung keberhasilan kinerja program yang dilaksanakan, tutur Soekarwo. Antara lain, pelatihan berbasis kompetensi bekerjasama dengan lembaga pendidikan dan keterampilan, penempatan tenaga kerja melalui kegiatan Antar Kerja Antar Negara (AKAN), Antar Kerja Lokal (AKL), Bursa Kerja Khusus/BKK, serta penempatan tenaga kerja magang di luar negeri. (Avr)

Leave A Reply

Your email address will not be published.