98 Guru Bahasa Mandarin Mengikuti Pelatihan di LKP Mandarin Sinar Abadi

0 533

Singkawang-Harian InHua. Sebanyak 98 Guru Bahasa Mandarin dari berbagai Lembaga Kursus dan Pelatihan Bahasa Mandarin, mengikuti bimbingan dan pelatihan di Lembaga Kursus dan Pelatihan (LKP) Sinar Abadi, Jalan Sagatani, Kelurahan Sijangkung, Kecamatan Singkawang Selatan, Kota Singkawang.

Pelatihan yang dilaksanakan selama 5 hari, mulai tanggal 2-6 Juli 2018 berlangsung tertib dan lancar, dihadiri Sekretaris Urusan Luar Negeri Taipei Economic and Trade Office Indonesia (TETO), Chiou Chih Kai, Guru bahasa Mandarin Christian University Taiwan,  Chen, Yi Ching, dan Hsueh Yi Feng, Kepala Dinas Pendidikan Kota Singkawang, Drs. H. M. Nadjib, M.Si, Ketua Keluarga Besar Umat Tridharma, Bong Wui Khong.

Sekretaris urusan luar negeri Taipei Economic and Trade Office Indonesia, Mr. Chiou Chih Kai, dalam kesempatan tersebut memaparkan, pihaknya memberikan program beasiswa kepada pelajar dan mahasiswa berprestasi Indonesia, untuk meneruskan jenjang pendidikan dan menjalin komunikasi, pemahaman, dan hubungan yang baik, antara Pemerintah Taiwan dengan Indonesia.

Diungkapkannya, era globalisasi telah membuat masyarakat di berbagai dunia semakin sadar akan pentingnya mempelajari bahasa Mandarin. Kemampuan berbahasa Mandarin, menurut Chiou Chih Kai telah dijadikan sebagai suatu persiapan demi meningkatkan kompetensi, terutama memasuki dunia kerja.

“Saat ini, bahasa Mandarin merupakan bahasa internasional kedua setelah bahasa Inggris. Penguasaan bahasa Mandarin, sangat besar perananya dalam berbagai bidang, terutama dalam urusan diplomasi, pendidikan, perdagangan, ekonomi, politik dan sosial budaya. Hampir semua produk industri di dunia, menggunakan label bahasa Mandarin, di samping bahasa nasional tempat produk tersebut dibuat. Melihat kerasnya persaingan di pasar bebas sekarang ini, maka penguasaan bahasa Mandarin merupakan hal mutlak. Hal ini seiring dengan banyaknya perusahaan bertaraf nasional dan internasional, yang sudah menerapkan kemampuan bahasa Mandarin baik lisan maupun tulisan sebagai salah satu persyaratan saat merekrut karyawan baru. Oleh karenanya, sangat disayangkan apabila, suatu saat nanti banyak perusahaan multinasional beroperasi di Indonesia, namun lebih banyak memperkerjakan tenaga kerja dari luar Indonesia karena kemampuan berkomunikasi bahasa Mandarin tenaga kerja Indonesia yang tergolong rendah,” tukasnya.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Singkawang, Drs. HM. Nadjib, dalam sambutannya mengatakan, pihaknya menyambut positif serta memberikan apresiasi atas diselenggarakannya kegiatan pelatihan yang mendatangkan guru pendidikan bahasa Mandarin dari Taiwan.

Menurut M. Nadjib, sejak dimulainya era reformasi dan diberlakukannya Undang Undang  pengesahan dan penghapusan Diskriminasi Ras dan Etnis, oleh Pemerintah RI, telah mendorong sekolah-sekolah formal maupun nonformal untuk menyelenggarakan bimbingan pembelajaran Bahasa Mandarin.

Dipaparkannya, bahasa Mandarin sebagai salah satu bahasa internasional yang paling banyak dipergunakan di dunia, perlahan-lahan berkembang menjadi sebuah bahasa yang sangat penting bagi masyarakat di Indonesia, termasuk didalamnya masyarakat Kota Singkawang.

Dia mengatakan, sejak bahasa Mandarin tidak lagi menjadi sebuah Bahasa yang harus dipertentangkan, peminat peserta didik untuk mempelajari Bahasa Mandarin pun mengalami peningkatan signifikan. Hal tersebut, ujarnya terlihat dari banyaknya sekolah formal yang menjadikan bahasa Mandarin sebagai mata pelajaran yang wajib diajarkan, mulai dari tingkat SD, SMP, SMA dan SMK hingga Perguruan Tinggi, baik swasta maupun negeri.

“Bahasa Mandarin saat ini, telah tumbuh dan berkembang menjadi sebuah pelajaran penting yang tidak hanya ramai diajarkan di Lembaga Kursus Mandarin ataupun sekolah nonformal, tetapi juga menjadi bagian tak terpisahkan oleh sekolah formal. Saya berharap, dengan adanya kegiatan pelatihan ini, tidak hanya untuk meningkatkan kemampuan para guru dalam memberikan bimbingan bahasa Mandarin kepada anak-anak didiknya, tetapi juga dapat menambah nilai plus bagi kemajuan dunia pendidikan di Kota Singkawang,” ujar M. Nadjib.

Sementara itu, Ketua panitia penyelenggara pelatihan yang juga guru bahasa Mandarin LKP Sinar Abadi, Lie Zhen Fu menyampaikan ucapan terima kasih kepada Kepala Dinas Pendidikan Kota Singkawang beserta jajaran, yang telah berkenan menghadiri dan membuka secara resmi kegiatan pelatihan guru bahasa Mandarin yang diselenggarakannya.

Diungkapkannya, dalam kegiatan pelatihan ini, pihaknya menyertakan sebanyak 98 Guru bahasa Mandarin dari berbagai Lembaga Kursus dan Pelatihan Mandarin yang ada di Kota Singkawang dan Kabupaten Sambas.

Dikatakannya, peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia, terutama tenaga pendidik yang menguasai pendidikan bahasa Mandarin sangat penting, mengingat persaingan tenaga kerja yang semakin ketat.

“Kami menginginkan seluruh peserta yang mengikuti pelatihan pendidikan Mandarin ini, memiliki kelayakan agar dapat melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi, sehingga di kemudian hari mampu bersaing di dunia usaha. Pelatihan Guru Mandarin ini, merupakan kegiatan yang sering kami selenggarakan yang tujuannya untuk mengoptimalkan link and match, antara dunia kerja dan pendidikan,” tukasnya.

Ia memaparkan, tujuan utama diselenggarakannya pelatihan Guru Mandarin bukan sekadar mengejar sertifikasi semata, namun yang terpenting menghasilkan tenaga pendidik yang berkualitas, berdaya saing, memiliki standarisasi di dunia internasional.

“Kita berharap, pelatihan ini, nantinya akan menghasilkan tenaga pendidik yang ahli di bidang bahasa Mandarin yang berkepribadian utuh, intelektual, mandiri, disiplin, bertanggung jawab, dan terampil menggunakan bahasa Mandarin secara aktif,” kata Lie Zhen Fu.

Ia menyampaikan ucapan terima kasih, kegiatan pelatihan guru bahasa Mandarin, dapat terselenggara karena disponsori oleh Pemerintah Taiwan melalui Komisi Urusan Luar Negeri Taiwan. (Rio Dharmawan)

Leave A Reply

Your email address will not be published.