“Artinya, dari 400 juta lebih kebutuhan vaksin, hampir 25 persen dari dosis vaksin ini sudah kita suntikkan,” kata Juru Bicara Vaksinasi COVID-19 Kementerian Kesehatan RI Siti Nadia Tarmizi dalam agenda Siaran Sehat Bersama Dokter Reisa yang dipantau melalui YouTube RRI Net Official, Senin sore.
Nadia mengatakan sampai saat ini sudah ada enam merek vaksin di Tanah Air, sebanyak lima di antaranya berasal dari produsen luar negeri dan satu lainnya produksi dalam negeri. Vaksin tersebut di antaranya Sinovac, Moderna, Sinopharm, Pfizer dan AstraZeneca serta vaksin Bio Farma.
Nadia mengatakan Indonesia telah menerima kedatangan perdana vaksin Pfizer pada Kamis (19/8) sebanyak 1,5 juta dosis dari 50 juta dosis yang dipesan Indonesia.
“Selain itu kita juga sudah menerima 450 ribu vaksin AstraZeneca dan juga Jumat (20/8) ada lagi tambahan 500 ribu vaksin AstraZeneca. Jadi ini melengkapi kebutuhan vaksinasi yang kita butuhkan dalam rangka memberikan vaksinasi kepada 208 juta sasaran,” katanya.
Ia mengatakan Indonesia hingga saat ini telah mengamankan pasokan vaksin COVID-19 total 170 juta dosis yang sudah diterima dan sebagian sudah digunakan untuk memberikan vaksinasi kepada sasaran.
Nadia mengatakan pemerintah terus bekerja keras untuk percepatan vaksinasi tahap kedua yang sedang menyasar usia di atas 12 tahun.
“Jadi tidak berbeda dengan periode pertama, di mana ada prioritas tapi sekarang di atas usia 12 tahun itu juga bisa mendapatkan vaksinasi,” katanya.
Nadia mengatakan penambahan jumlah vaksin di Tanah Air juga mendorong upaya percepatan vaksinasi kepada masyarakat yang ditargetkan mencapai 2 juta dosis per hari..
Selanjutnya pada September 2021, kata Nadia, Indonesia kembali menerima kiriman vaksin dalam jumlah yang sama bahkan sampai dengan Desember 2021 bisa mencapai angka 80 juta dosis.
“Ini menjadi penting, begitu vaksin tersedia segera divaksin dan kita harus meningkatkan penyuntikan dosis kita per harinya,” katanya.