6 Fakta Menarik tentang Festival Perahu Naga

0 738

Festival Perahu Naga adalah festival tradisional yang penting di Tiongkok, juga dirayakan di negara-negara lain di Asia, termasuk Indonesia salah satunya. Di Indonesia, festival ini dikenal dengan Peh Cun. Dilansir dari China Highlights, inilah 6 Faktar menarik tentang festival Perahu Naga.

1. Tanggal selalu berubah setiap tahun.

Tanggal pelaksanaan festival Perahu Naga berubah setiap tahun. Hal ini karena festival dilaksanakan berdasar kalender lunar/bulan China (bukan masehi), yaitu pada hari kelima bulan kelima. Pada tahun 2018 ini, festiva jatuh pada tanggal 18 Juni mendatang.

2. Hari libur nasional di China

Festival Perahu Naga adalah hari libur umum yang penting di China. Orang China mendapakan libur satu hari, namun secara resmi mereka akan mendapatkan libur selama tiga hari (termasuk dua hari di akhir pekan). Jadi, perayaannya akan berlangsung dari tgl 16-18 Juni.

3. Salah satu National/UNESCO Intangible Cultural Heritage

Festival Perahu Naga dipilih menjadi salah satu item di National Intangible Cultural Heritage pada 20 Mei 2006. Pada 30 Oktober 2009, ditambahkan ke dalam daftar UNESCO Intangible Cultural Heritage.

4. Festival Tradisional untuk Menyembah Qu Yuan

Lomba perahu naga adalah kegiatan yang diadakan selama Festival Perahu Naga.
Dahulu,  Festival Perahu Naga muncul pada masa Negara Berperang. Seorang penyair patriotrik Qu Yuan, menenggelamkan dirinya di Sungai Miluo pada hari kelima bulan kelima kalender lunar.

Akhirnya, warga lokal berlomba dengan perahu mereka untuk mencari mayatnya dan menjatuhkan gumpalan beras ke sungai agar ikan itu tidak memakan tubuh Qu Yuan. Untuk memperingati Qu Yuan, festival ini terus diadakan hingga saat ini.

5. Makan bakcang

Saat festival, setiap keluarga akan memakan Bakcang untuk memperingati Qu Yuan. Bakcang terbuat dari beras ketan yang dibungkus daun. Ini adalah makanan yang wajib ada di festival Perahu Naga.

6. Menggantung rumput Ai dan Changpu.

Ada tanaman yang sengaja digantung di depan rumah, tujuannya untuk mencegar ngengat, nyamuk, dan serangga lainnya. Mereka percaya tanaman ini juga bisa mengusir hal-hal jahat, penyakit dan akan membawa keberuntungan. Hal ini masih banyak dilakukan di pedesaan China, namun tidak umum dilakukan di perkotaan.

 

Leave A Reply

Your email address will not be published.