Lebih dari 16.000 siswa secara aktif berpartisipasi dalam tes masuk dan banyak di antara mereka yang memiliki bakat dan berpotensi menerbangkan pesawat berbasis kapal induk, demikian diumumkan laman resmi milter China, Rabu.

Ada tiga hal menarik dalam rekrutmen kadet pilot AL China pada tahun ini. Pertama, jumlah calon pilot yang mendaftar melebihi dari jumlah yang telah diperkirakan.

Kedua, nilai ujian masuk perguruan tinggi para lulusan SMA yang melamar posisi sebagai pilot tersebut melampaui nilai batas atas pendaftaran gelombang pertama di sejumlah universitas.

Di China, nilai ujian nasional SMA menjadi standar baku masuk perguruan tinggi.

Dan ketiga, sepertiga dari pelamar berasal dari Sekolah Penerbangan Remaja yang berafiliasi dengan AL PLA.

Direktur Kantor Rekrutmen Pilot AL PLA Chu Hanqiang menyebutkan bahwa 49 persen dari pelamar akan dididik menjadi pilot pesawat berbasis kapal induk.

Jumlah itu sesuai dengan kebutuhan bidang pengembangan karier pilot AL PLA, demikian Chu.

Para pelamar yang lolos menjadi kadet berasal dari 22 provinsi di China sehingga mewakili daerah geografis berbeda.

Sesuai transformasi AL PLA, permintaan personel penerbangan berbasis kapal induk meningkat berlipat ganda dalam beberapa tahun terakhir.

Untuk menghasilkan pilot terbaik, rekrutmen tahun ini menetapkan standar identifikasi kesehatan yang sama sekali baru, meliputi penyaringan topografi kornea, sensitivitas penglihatan pada objek yang kontras, serta fungsi keseimbangan tubuh dan tulang belakang.

Standar nilai tes kejiwaan juga dinaikkan dari standar nilai yang diberlakukan pada tahun lalu sehingga para kadet pilot berbasis kapal induk itu terpilih berdasarkan nilai ujian akhir SMA dan hasil tes psikologi.

Para kandidat yang lolos seleksi selanjutnya akan menerima berbagai program pelatihan profesional di berbagai lembaga pendidikan militer dan perguruan tinggi sipil.