Yayasan Haji Muhammad Cheng Hoo Indonesia Beri Pelatihan Akupresur Bagi Penyandang Disable Tuna Netra Guna Meningkatkan Keilmuan dan Kesejahteraan

0 43

Pelatihan Akupresur untuk penyandang diable tuna netra dibuka langsung oleh Indah Kurnia anggota DPR RI saat malam Halal Bi Halal yang digelar Yayasan Haji Muhammad Cheng Hoo Indonesia (YHMCHI) dan PITI Jatim pada Sabtu (22/6). Acara halal bi halal dihadiri ratusan tamu undangan diantaranya Wakil Konjen Tiongkok, Konjen Amerika, pengusaha, Ketua Dayak Kalimantan Timur, petinggi MUI, NU dan Muhammadiyah, perwakilan TNI Polri, perwakilan kampus dan masyarakat Tionghoa.

Abdullah Nurawi Ketua YHMCHI sebelumnya mengucapkan Selamat Idul Fitri Mohon dan Maaf Lahir Batin kepada seluruh hadirin. Kemudian Nurawi menjelaskan acara halal bi halal sekaligus pemberian santunan kepada 100 anak yatim piatu bekerjasama dengan Konjen RRT di Surabaya dan Pieter Tjioe.

YHMCHI mengadakan pelatihan akupresur untuk penyandang disable tuna netra agar mereka dapat meningkatkan keilmuan dan kesejahteraan serta menolong sesama, jelas Nurawi. Pelatihan akupresur tak lepas dari peran Ketua Yayasan Pendidikan Anak Anak Buta H.R. Soedarso Djojonegoro, Ketua Panitia Penyelenggara Jenny Suhariani, Pendiri Asosiasi Akupresur Seluruh Indonesia sekaligus instruktur akupresur Tatang Santanu. Ketiganya adalah alumni Universitas Airlangga Surabaya. Pelatihan akan diselenggarakan pada 29 – 30 Juni mendatang.

Masih laporan Nurawi, YHMCHI akan mengadakan Konferensi Internasional Zhenghe ke 5 yang diprakarsai Zhenghe International Peace Foundation (ZIPF). Konferensi merupakan kegiatan rutin tahunan bertujuan mempromosikan pemahaman lintas agama, lintas budaya dan lintas dunia. ZIPF berkantor pusat di Washinton DC Amerika Serikat. Konferensi ke 5 berada di Surabaya setelah sebelumnya berurut-turut di Malaysia, Kazakhtan, dan Pakistan.

Surabaya menjadi tuan rumah konferensi yang digelar pada 15 – 17 Juli mendatang dengan dukungan Gubernur Jatim, PWNU, PW Muhammadiyah, Masjid Cheng Hoo Banyuwangi, UIN Sunan Ampel Surabaya, dan Universitas Ma Chung Malang. Konferensi harus memberikan gaung secara global dan membanggakan bagi masyarakat Jatim khsusunya dan pada umumnya Indonesia, terang Nurawi mengutip pernyataan Gubernur Jatim.

Jos Soetomo Ketua Dewan Pembina YHMCHI dalam sambutannya meminta kesadaran masyarakat untuk selalu turut membangun Indonesia dan mempertahankan keutuhan NKRI. Sementara itu Alim Markus mengatakan bila dirinya adalah orang Jawa karena lahir di Jawa namun ada darah keturunan Tionghoa. Alim Markus menceritakan semula ingin memindahkan pabriknya ke Jateng karena UMR rendah, akhirnya membatalkan dan berjuang bersama masyarakat Jatim memenuhi UMR yang ditetapkan pemerintah Jatim.

“Indonesia itu negara besar dengan penduduk dan kekayaan alam yang besar pula. Diprediksi 2035 ekonomi Indonesia akan menduduki peringkat 4 dunia, tapi harus bertekad serta berusaha keras tidak mudah terpecah belah, bersatu padu walau banyak suku, agama dan budaya,” tutur Alim Markus.

Dengan halal bi halal tingkatkan persaudaraan dan solidaritas demi NKRI, ujar Indah Kurnia. “Indonesia maju dengan iklim usaha yang fair menciptakan lapangan usaha dan memberi kontribusi kepada bangsa dan nengara.  Sehingga menurunkan angka kemiskinan, pengangguran dan kriminalitas,” ujar Indah Kurnia.

Pada kesempatan itu Puspita Dewi Prijadi didampingi suami Tjang Joshua Ardi dan Sugijanto Tjandra beserta istri Lilian Sutanto turut mengucapkan selamat Idul Fitri kepada pengurus YHMCHI PITI Jatim dan warga Surabaya. Kedua pengusaha kawakan asal Surabaya yang juga donatur Masjid Cheng Hoo cukup dikenal warga karena aksi sosial yang rutin dilaksanakan bersama pengurus YHMCHI PITI. (AV)

Leave A Reply

Your email address will not be published.