Wisata Religi Kelenteng Thai Shin Ja Bukit Wangkang

0 51

InhuaOnline. Sei Pinyuh – Warga Sei Pinyuh Patut Berbangga Memiliki Kelenteng Thai Shin Ja yang Dibangun Diatas Bukit Kapal Wangkang. Objek Wisata Bukit Wangkang di Kecamatan Sungai Pinyuh, Kabupaten Mempawah, Provinsi Kalimantan Barat merupakan salah satu tempat ibadah yang menarik untuk dikunjungi.

Kelenteng Thai Shin Ja yang dibangun diatas Bukit Wangkang ini, terletak di Jalan Panca Bakti, Dusun Seliung, Desa Galang RT 11 RW 04, Kecamatan Sei Pinyuh, Kabupaten Mempawah, biasanya ramai dikunjungi umat Tridharma pada tanggal 1 dan 15, penanggalan kalender Imlek, serta besar perayaan Tionghoa.

Untuk menuju ke Bukit Wangkang Thai Shin Ja, pengunjung atau wisatawan harus melewati Jalan di komplek pekuburan Tionghoa yaitu Yayasan Panca Bhakti.

Para pengunjung akan menemukan sebuah tangga semen yang terletak di kawasan itu. Jumlah anak tangganya mencapai angka 145 buah. Ketika tiba di pintu masuk Bukit Wangkang, kita langsung disuguhkan ornamen pintu gerbang khas Tionghoa beraksara mandarin. Warna warni ornamennya yang menyegarkan mata seakan menyambut wisatawan dengan sejuk.

Begitu tiba di puncak tangga, pengunjung akan dibuat takjub dengan pemandangan alam yang unik dan menarik, dimana terdapat Batu Raksasa yang tegak berdiri menyerupai sebuah Kapal Wangkang. Batu berbentuk Kapal Wangkang yang memiliki ketinggian 12 meter, panjang 15 meter, dan lebar 7 meter ini, seakan sedang berlabuh diatas sebuah bukit.
Menariknya, pada Batu Kapal Wangkang itu terdapat lukisan 8 Dewa dan Kera Sakti Sun Go Kong.

Lukisan 8 Dewa dan Sun Go Kong itulah yang membuat Batu Kapal Wangkangm itu terlihat menarik dan tidak ada duanya dibanding objek wisata lainnya yang ada di Sungai Pinyuh.

Informasi yang dihimpun Harian InHua dari warga Tionghoa yang sudah tinggal turun-temurun dikawasan Bukit Wangkang, konon Batu Raksasa sering dikunjungi para pendatang dari dataran Tiongkok untuk melakukan aktivitas sembahyang.

Karena telah menjadi objek pemujaan, lama kelamaan oleh masyarakat Tionghoa dibuatkan altar pemujaan bagi Dewa Thai Shin Ja. Saat ini altar Dewa Thai Shin Ja di Bukit Seliung Sei Pinyuh telah menjadi tempat ibadah bagi warga Tionghoa setempat, maupun para pendatang yang berkunjung ke objek wisata itu, terutama ramai di kunjungi pada momen-momen tertentu seperti saat sembahyang Cheng Neng dan sembahyang Ulambhana.

Selain untuk bersembahyang, aktivitas lain yang bisa dilakukan di Bukit Wangkang adalah menikmati suasana pemandangan Sungai Pinyuh dari ketinggian hingga hiking.

Selama berada di tempat wisata tersebut, para pengunjung dan wisatawan disarankan untuk menjaga kebersihan area wisata, tidak berbuat asusila, tidak mencoret-coret area yang ada di tempat itu dengan gambar yang tidak sopan.

Altar Dewa Thai Shin Ja di Bukit Seliung, tidak hanya menyisakan cerita legenda tentang Kapal Wangkang yang berlabuh diatas batu besar, namun menurut masyarakat setempat terkadang ada penampakan lampu api berwarna merah yang kerap terlihat melintas diatas Bukit Wangkang.

Aktivitas wisata yang bisa dilakukan di Bukit Wangkang adalah menikmati suasana pemandangan alam, pegunungan, dan Sungai Pinyuh dari ketinggian. Namun selama berada di tempat wisata tersebut, wisatawan harus tetap menjaga kebersihan area wisata, tidak berbuat tindak. asusila karena masih mistis, tidak merusak klenteng atau mencoret-coret
batu dengan sengaja, dan lebih baik datang saat cuaca cerah.

Tak hanya menyisakan cerita legenda tentang kapal raksasa yang berlabuh diatas batu besar, menurut masyarakat setempat terkadang ada penampakan lampu api berwarna merah yang kerap terlihat melintas diatas Bukit Wangkang.

Selain itu, terdapat misteri tentang keberadaan sebuah goa yang konon katanya dijadikan sebagai bunker tentara Jepang saat berperang menghadapi tentara Belanda.

Hingga saat ini belum pernah ada satu orang pun yang mengaku pernah masuk ke dalam goa itu. Kelenteng Thai Shin Ja di Bukit Wangkang di Kecamatan Sungai Pinyuh memang terdengar asing di telinga wisatawan. Bukan berarti bukit ini tidak menarik untuk dikunjungi, melainkan akses menuju tempat ini agak rumit.

Dari ibukota provinsi, jarak tempuh Kota Pontianak menuju pasar Sungai Pinyuh adalah 55,6 kilometer atau 1 jam 19 menit menggunakan angkutan mobil pribadi.

Untuk menuju Bukit Wangkang (Bukit Seliung) atau juga disebut Bukit Tangga Seribu.

Adapun rute jalan yang akan dilalui yakni : Terminal Sungai Pinyuh – Jalan Raya Seliung (jalan raya jurusan Sungai Pinyuh – Ambawang) – menuju Desa Galang – Jalan Panca Bhakti.

Inilah salah satu Wisata Sejarah Bukit Wangkang di Sungai Pinyuh Mempawah. Batu Raksasa yang menyerupai sebuah kapal besar di Bukit Wangkang ini layak untuk dikunjungi wisatawan Nusantara maupun wisatawan Mancanegara.(Rio Dharmawan)

 

 

Leave A Reply

Your email address will not be published.