Webinar “Kiprah Wanita Tangguh Indonesia”

0 51

InhuaOnlinme, Jakarta – Pada tanggal 29 November 2020, Dewan Pimpinan Wilayah Ikatan Pemuda Tionghoa Indonesia Provinsi DKI Jakarta (“IPTI Jakarta”) bekerja sama dengan Putra Putri Hakka Jakarta (“PPHJ”) menyelenggaran sebuah webinar bertajuk “Kiprah Wanita Tangguh Indonesia” yang menghadirkan 2 (dua) narasumber, yakni Bu Wiwiek Hargono, istri dari Wakil Walikota Kota Bekasi dan Ellyca Hudaya, seorang interior designer yang bekerja di
Infinite Architects & Planners di Kaohsiung, Taiwan, yang juga merupakan 1 st Runner-up Amoi Hakka Indonesia 2016.

Acara dihadiri kurang lebih 45 peserta di platform Zoom dan juga YouTube, dan dimulai pada pukul 19.30 dan berakhir kira-kira pukul 21.00. Acara dibuka oleh Host, Maria Sefani, selaku Sekretaris Jenderal PPHJ, dan kemudian dipandu oleh Moderator, Elke Wang, selaku Anggota Media, Komunikasi, dan Informasi IPTI Jakarta.

Sebelum para narasumber memaparkan materinya masing-masing, Ketua IPTI Jakarta,Glenn
Wijaya, dan juga Ketua PPHJ, Angga Pramana Jaya, memberikan kata sambutannya. Dalam kata sambutannya, menyatakan bagaimana peran wanita di era modern ini tidak hanya sebatas di keluarga saja, namun dapat berkiprah di karir maupun di masyarakat.

Sementara itu, Angga Pramana Jaya dalam kata sambutannya mengapresiasi gerakan #WanitaBekasiKeren yang diinisiasi oleh Bu Wiwiek dan berharap agar adanya kolaborasi-
kolaborasi antara Pemerintah Kota Bekasi dan juga PPHJ. Acara ini juga diharapkan oleh Angga dapat memotivasi para pemuda-pemudi dapat terinspirasi dari kisah inspiratif Ellyca
dan juga Bu Wiwiek.

Selanjutnya, Bu Wiwiek menceritakan pengalaman pribadinya sebagai wanita yang aktif
mengurus keluarga, namun tak lupa untuk tetap berkiprah di masyarakat, misalnya melalui
penulisan buku novel “Memori dan Melankoli” dan memproduseri film “Terima Kasih Cinta” tentang pejuang lupus.

Bu Wiwiek berhenti dari pekerjaannya dari sebuah perusahaan pelayaran dan fokus membina
keluarganya dan juga warga Kota Bekasi. Ia berpendapat bahwa setiap wanita harus KEREN,
yaitu Kreatif, Enerjik, Responsif, Empati, dan juga Nasionalis. Ia juga memiliki pandangan hidup bahwa sukses itu relatif, sebab ukuran kesuksesan berbeda bagi setiap orang. Ia juga memiliki pesan agar kita semua hidup bahagia karena itulah hal yang terpenting.

Mengenai topik bahasan, yakni kiprah wanita Indonesia, Bu Wiwiek menekankan kesetaraan
jender sudah merupakan keniscayaan di Indonesia saat ini. Dimulai sejak era Kartini hingga
sekarang, kesetaraan jender berarti persamaan hak dan kewajiban kepada wanita dan pria.

Bu Wiwiek juga memberikan contoh beberapa wanita Indonesia yang tangguh seperti Bu Sri
Mulyani, Bu Susi Pudjiastuti, dan juga Bu Risma. Bu Wiwiek juga berpesan agar wanita Indonesia menjadi wanita yang tangguh dengan cara menemukan definisi bahagia versi kita sendiri, memancarkan aura positif, menumbuhkan karakter positif, memupuk rasa percaya diri, mengetahui bahwa pendidikan dan keahlian adalah kunci masa depan, menebar manfaat bagi banyak orang, dan juga mengikuti jalan Tuhan.

Acara lalu dilanjutkan dengan pemaparan materi oleh narasumber kedua, Ellyca Hudaya.
Ellyca memulai presentasinya dengan menampilkan foto-foto kegiatan perkuliahannya dan
aktivitas ekstrakurikulernya selama berkuliah di Shu-Te University, Kaohsiung, Taiwan. Ia
sangat aktif dalam berbagai perlombaan dan juga kegiatan promosi universitasnya di Indonesia dalam kapasitasnya sebagai duta kampus. Ia juga bercerita bahwa ia sudah aktif
dalam kegiatan sosial atau volunteering sejak kecil dan itulah yang membawanya kepada
perlombaan Amoi Hakka Indonesia di tahun 2016. Ellyca juga sangat memperhatikan keadaan para tenaga kerja Indonesia yang berada di Taiwan dengan cara mendesain sebuah
pusat kebudayaan untuk tugas akhirnya yang berfokus untuk menyediakan sebuah tempat
bagi para tenaga kerja Indonesia untuk memiliki tempat yang terasa seperti Indonesia, bukan
hanya karena nama tempatnya, namun juga karena material-material bangunan yang dipilih
juga khas Indonesia sekali.

Ellyca kini bekerja dan tinggal di Kaohsiung, Taiwan. Tetapi, jauh dari negeri kelahirannya,
Indonesia, justru tak melunturkan rasa nasionalismenya. Sebaliknya, ia justru sangat ingin
membangun Indonesia, namun, ia berpendapat bahwa sebelum ia nantinya terjun ke masyarakat Indonesia, ia ingin menimba ilmu sebanyak-banyaknya dengan bekerja beberapa
tahun ke depan di Taiwan.

Ellyca, seorang pemerhati pendidikan anak-anak ini, juga memiliki motto passion, persistent,
dan sincerity. Menurutnya, tanpa ketiga nilai-nilai tadi, seorang wanita tidak akan sukses
dalam hidup. Ia juga tak lupa menyampaikan bahwa sebuah perubahan hanya bisa dimulai
dari diri kita sendiri.

Acara ditutup dengan sesi pertanyaan dan kesan pesan oleh para tokoh senior Hakka Jakarta. Glenn Wijaya berharap agar ke depannya, IPTI Jakarta bersama PPHJ dan juga organisasi-organisasi kepemudaan lain lebih banyak lagi mengadakan acara-acara serupa yang dapat menginspirasi pemuda-pemudi Indonesia.

Leave A Reply

Your email address will not be published.

%d bloggers like this: