Walikota Singkawang Meresmikan Cetya Thian Lin Fut Fab

0 25

InhuaOnline (singkawang) – Ratusan warga Tionghoa mendatangi Cetya Thian Lin Fut Fab yang terletak diKaliasin Dalam, Kelurahan Sedau, Kecamatan Singkawang Selatan, Kota
Singkawang, Kamis 30 Januari 2020.
Kedatangan mereka guna mensyukuri direalisasikannya pembangunan sarana
ibadah bagi umat Buddha, Tao, dan Konghucu itu yang diresmikan oleh
Walikota Singkawang, Tjhai Chui Mie.

Acara peresmian ditandai dengan penguntingan pita dan penandatanganan
prasasti oleh Walikota Singkawang Tjhai Chui MIe bersama Pembimbing
Masyarakat Buddha Kantor Kementerian Agama Propinsi Kalimantan Barat,
Narioto didampingi Kasi Bimas Buddha Kantor Kementerian Agama Kota
Singkawang, Warsito, S.Ag. Ketua Panitia peresmian yang juga Thancu Cetya Thian Lin Fut Fab Cew CenFung, menyampaikan ucapan terima kasih kepada para donatur, seluruh
panitia, pengurus Kelenteng Si Fong Pak Kung, dan segenap masyarakat
Tionghoa Kaliasin Dalam, yang turut mendukung dan memberikan sumbangsih,
sehingga pembangunan Cetya Thian Lin Fut Fab, dapat direalisasikan sebagaimana yang diharapkan.

“Puji syukur kita panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa, atas segala
karunianya, sehingga renovasi pembangunan Cetya Thian Lin Fut Fab, dapat
direalisasikan sesuai target yang dicanangkan, dan menghasilkan sebuah
arsitektur tempat ibadah yang indah. Semua ini bisa tercapai, tentunya tidak
terlepas dari dukungan para donatur, baik yang berasal dari Kota Singkawang,
maupun yang berasal dari luar Kota Singkawang,” kata Cew Cen Fung.

Ia menambahkan, pembangunan Cetya Thian Lin Fut Fab bukan hanya untuk
umat di Kaliasin Dalam, tetapi dibangun untuk umum. Intinya siapapun
diperkenankan untuk melaksanakan aktivitas sembahyang, dan tidak
memandang adanya perbedaan.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada semua undangan yang hadir,
khususnya kepada Walikota Singkawang, Tjhai Chui Mie, Pembimas Buddha
Kantor Kementerian Agama Propinsi Kalimantan Barat, Narioto dan Kasi Bimas
Buddha Kantor Kementerian Agama Kota Singkawang Warsito beserta jajaran,
serta para donatur, tamu undangan, dan para penerima bantuan sembako yang
telah menyempatkan diri hadir,” ujar Cew Cen Fung.

Dia berharap, dengan diresmikannya Cetya Thian Lin Fut Fab, umat dapat lebih
khusyuk menjalankan ibadahnya.Walikota Singkawang, Tjhai Chui Mie menyampaikan bahwa, Pemerintah Kota Singkawang menyambut baik direalisasi pembangunan Cetya Thian Lin Fut Fab yang dananya sebagian besar berasal dari Binaan Shi Fong Pak Kung dan
pengurus Perkumpulan Sosial Thung Sim Oi Sim.
Keberadaan Cetya Thian Lin Fut Fab, menurut Tjhai Chui Mie merupakan salah
satu bentuk pembinaan terhadap umat beragama, khususnya warga Tionghoa
penganut Buddha, Tao dan Konghucu.
Diungkapkannya, bahwa Pemerintah Kota Singkawang mempunyai komitmen
yang tinggi terhadap terciptanya harmonisasi dan kerukunan, antar umat
beragama, sebagaimana yang diatur dalam pasal 29, Undang-Undang Dasar
1945, sebagai salah satu pilar Negara Kesatuan Republik Indonesia.
“Agama sangat penting bagi kehidupan manusia. Sebab, ilmu agama tidak
hanya bermanfaat untuk kehidupan di dunia melainkan juga di akhirat
nantinya. Terutama bagi generasi muda, wajib mendalami pemahaman agama
agar tidak kehilangan arah hidup dan kepribadian dalam dirinya,” kata Tjhai Chui Mie.

Ia menambahkan, toleransi dan kerukunan hidup antar umat beragama di Kota
Singkawang, terjalin dengan sangat baik. Hal ini terbukti dengan diberikannya penghargaan oleh Pemerintah Pusat, sebagai Kota dengan toleransi antar umat
terbaik se-Indonesia.
“Saya berharap, predikat sebagai Kota dengan toleransi terbaik nasional ini,
dapat terus dipertahankan bahkan ditingkatkan, dengan terciptanya kehidupan
yang aman, damai, rukun dan harmonis dalam bingkai NKRI,” tuturnya.
Dia pun berpesan kepada segenap pengurus Cetya Thian Lin Fut Fab, untuk lebih
proaktif dalam melakukan kegiatan sosial, mengedepankan pelayanan kepada
umat, serta turut berperan dalam pembangunan di bidang agama.
“Kegiatan-kegiatan keagamaan tersebut merupakan suatu proses yang dinamis,
yang selalu bergerak dari waktu ke waktu, seiring dengan perkembangan
zaman. Untuk itu, fungsi-fungsi tersebut perlu senantiasa diaktualisasikan
dengan berbagai kegiatan operasional yang nyata, sehingga dapat memberikan
kebermaknaan kepada umat dalam menjalankan ajaran agama,” pungkas Tjhai
Chui Mie. (Rio Dharmawan)

 

 

 

Leave A Reply

Your email address will not be published.