Uskup Agung Jakarta Mgr. Ignatius Suharyo Resmi Ditunjuk Menjadi Kardinal oleh Paus Francis di Vatikan

0 17

Paus Francis telah mengumumkan bahwa Uskup Agung Jakarta Mgr. Ignatius Suharyo resmi menjadi salah satu dari 13 kardinal baru yang ditunjuk dalam pertemuan konsistori pada Sabtu, 5 Oktober kemarin.

Paus membuat pengumuman setelah Pidato Angelus di Lapangan Santo Petrus, Kota Vatikan pada hari Minggu (30/9) sebelumnya.

“Pada 5 Oktober saya telah mengadakan konsistori untuk penunjukan 10 kardinal baru. Asal mereka mengungkapkan panggilan misionaris Gereja, yang terus menyatakan kasih Allah yang berbelas kasih kepada semua orang di Bumi, ”katanya.

Suharyo, yang telah memegang posisi Uskup Agung sejak 2010, termasuk di antara 10 kardinal di bawah usia 80 tahun yang akan memenuhi syarat untuk memilih seorang paus baru. Selain itu, Paus Fransiskus juga menunjuk tiga kardinal lainnya yang berusia lebih dari 80 tahun untuk menghormati pelayanan terhormat mereka kepada Gereja Katolik.

“Mari kita berdoa untuk para kardinal baru agar, mengukuhkan kepatuhan mereka kepada Kristus, mereka dapat membantu saya dalam pelayanan saya sebagai Uskup Roma untuk kebaikan semua umat Allah yang beriman,” kata paus.

Suharyo akan menjadi kardinal ketiga yang pernah dituntuk dan berasal dari Indonesia, mengikuti jejak mantan Uskup Agung Semarang Justinus Darmojuwono dan mantan Uskup Agung Jakarta Julius Darmaatmadja.

Lalu siapa Mgr. Ignatius Suharyo?

Mgr. Suharyo lahir di Sedayu, Bantul, Yogyakarta, Indonesia pada 7 Juli 1950 dari pasangan ayah Florentinus Amir Hardjodisastra, seorang pegawai di Dinas Pengairan Daerah Istimewa Yogyakarta dan ibu Theodora Murni Hardjadisastra sebagai anak ketujuh dari sepuluh bersaudara.

Kakaknya, yakni RP. Suitbertus Ari Sunardi OCSO, adalah rahib imam di Pertapaan Santa Maria Rawaseneng di Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah. Sementara dua orang saudarinya menjadi biarawati, yakni Suster Christina Sri Murni, FMM dan Suster Maria Magdalena Marganingsih, PMY.

Sekretaris Keuskupan Agung Jakarta Adi Prasojo mengatakan bahwa pencalonan Suharyo adalah hasil dari kepemimpinannya yang baik yang sudah dijalankannya selama ini dari uskup agung.

“Penunjukan [Suharyo] juga menunjukkan pentingnya Indonesia di mata Vatikan, terutama dalam hal keragaman dan toleransi,” kata Adi.

Sekretaris Komuni Gereja Indonesia Protestan, Gomar Gultom, memberi selamat kepada Suharyo dalam sebuah pernyataan pada hari Senin (7/10), mengatakan bahwa penunjukannya juga mencerminkan kepercayaan Vatikan di Indonesia.

“Dia adalah seorang gembala yang sangat protektif, tidak hanya dari umat Katolik, tetapi juga semua orang, terlepas dari gereja dan agama,” kata Gomar.

 

Leave A Reply

Your email address will not be published.