Upacara Pengsakralan dan Penempatan Pratima Kwan Im Phosat Tangan Seribu Vihara Maha Giri Buddha (寺德圓), Tanjung Pinang

0 113

InhuaOnline, Tanjung Pinang –  YM.Dr.(H.C) Maha Bhiksu Dutavira Sthavira memimpin upacara Pengsakralan & Penempatan Pratima Kwan She Im Phosat Tangan Seribu yang berada di Vihara Maha Giri Buddha (寺德圓), Jalan Cenderawasih Km 8 Tanjung Pinang Sabtu,(18/06/2022).

Efendi Hansen berdiskusi bersama dengan Irman dan undangan yang hadir sebelum upacara dimulai.

Turut serta Para Pendiri/Pengurus Vihara, Irman 蔡裕资, Bani 蔡裕顺, Marjuky 马俊珉, Yvonne Mardiana 蔡佩珊,  Edwin Hendry 蔡宗和, Heri Yeo 楊凱森, serta  tamu khusus( 贵宾), Singke 刘善强, Efendi Hansen 黄耀漢  , Johan Nurdin 黄东平, Cintarso , Budiman dan Umat  Vihara Maha Giri Buddha (圓德寺).

Irman menceritakan bagaimana proses dibangunnya vihara pada para undangan.

Bp Irman (蔡裕资) menjelaskan bahwa Pembangunan Vihara Maha Giri Buddha (圓德寺) adalah  untuk mewujudkan  Janji  kepada Orang Tuanya agar  Vihara bukan hanya sebagai tempat ibadah  keluarga tapi juga  untuk tempat  ibadah  bagi masyarakat Buddhis di Tanjung Pinang.

YM.Dr.(H.C) Maha Bhiksu Dutavira Sthavira memimpin upacara Pengsakralan dan
Penempatan Pratima Kwan She Im Phosat Tangan Seribu.

Pembangunan Vihara Maha Giri Buddha (圓德寺) dimulai dari tahun 2011, namun peletakan batu pertama dimulai tahun 2010 sampai saat ini belum selesai karena terkendala pandemi Covid-19, juga masih ada komponen dari Tiongkok  yang masih ditunggu pengirimannya.

Semua pekerjaan dilakukan secara bertahap, luas keseluruhan tanah yaitu 5 ha.Sejak awal pembangunan tetap  dilakukan  ibadah, walaupun tempatnya tidak sempurna. Pada kesempatan ini kami mohon  doa dan dukungan dari semua pihak agar Pembangunan Vihara Maha Giri Buddha (圓德寺) dapat segera selesai semuanya, sehingga secepatnya dapat  diresmikan, ujar Irman.

Irman membaca sutra mengikuti jalannya upacara.

YM.Dr.(H.C) Maha Bhiksu Dutavira Sthavira(黄泾椲)sebelum memimpin upacara Pengsakralan dan Penempatan Pratima Kwan Im Phosat Tangan Seribu dimulai, beliau memberikan ceramah Dharma  tentang , “Kwan Im Phosat yang tangannya seribu matanya seribu, menjadi maskot yang mengandung arti bahwa bila seorang sudah berhasil , dia dapat  memotivasi orang lain, memberi makan orang lain,.Karena  itu sebagai orang, harus punya kepedulian, kalo kerja  mesti ada care, mesti fokus bisa sadar diri, cerdas, mengerti, bila sudah mengerti harus tekun”, tutur Maha Bhiksu Dutavira Sthavira.

(kiri ke kanan) Johan Nurdin, Heri Yeo, Yvonne Mardiana, Marjuky, Irman, Bani, Edwin Hendry dan Efendi Hansen membuka selubung dari Pratima Kwan She Im Phosat Tangan Seribu dalam rangkaian jalannya upacara.

Acara dimulai dengan penghormatan kepada Para Buddha dan dilanjutkan dengan pembukaan kain selubung pada Pratima Kwan Im Phosat Tangan Seribu dan membacakan Mantra dan Sutra serta Pemberkahan  kepada Para Pendiri/ Pengurus oleh Maha Bhiksu Dutavira Sthavira. (spn)

Irman bersama tamu undangan foto bersama sebelum mulai upacara.
Gedung tempat upacara Pengsakralan dan Penempatan Pratima Kwan She Im Phosat Tangan Seribu.

 

Leave A Reply

Your email address will not be published.