The Cultural Colors of Wonderful Indonesia Tema Pekan Budaya Tionghoa Yogyakarta XV Kemeriahannya Selalu Ditunggu Wisatawan

0 6

InhuaOnline,jogyakarta –  Pekan Budaya Tionghoa Yogyakarta (PBTY) XV bertema The Cultural Colors of Wonderful Indonesia digelar pada 2 sampai 8 Februari mendatang. Seperti tahun-tahun sebelumnya PBTY setiap malamnya selalu dipadati pengunjung baik wisatawan lokal maupun mancanegara. Maklum, setiap hari banyak acara menarik disuguhkan PBTY yang dipusatkan di Kampoeng Ketandan.

Adapun acara yang bakal digelar diantaranya; Festival Kuliner, Karnaval PBTY ‘Malioboro Imlek Carnaval’, Jogja Dragon Festival IX, Panggung Hiburan, Pameran Budaya, Wayang Potehi, Pemilihan Koko Cici Jogja 2020, Lomba Budaya Mandarin, Lomba Karaoke Mandarin, dan Pameran Budaya.

PBTY digelar sebagai rangkaian menyambut perayaan Tahun Baru Imlek 2571 yang menjadi daya tarik wisatawan berkunjung ke Jogja. Koordinator Humas dan Publikasi PBTY XV mengatakan persiapan telah dilakukan. Setiap tahun PBTY diampu tiga paguyuban diantaranya Bhakti Putera, Fuqin, dan Hin An Hwe Kwan, jelas Bekti dilansir dari harianjogja.com.

Tema The Cultural Colors of Wonderful Indonesia sengaja dipilih untuk menampilkan berbagai macam seni budaya tidak hanya budaya Tionghoa. PBTY diharapkan masuk dalam agenda Kementrian Pariwisata karena efektif mendorong pertumbuhan ekonomi dan wisata.

Selama pelaksanaan PBTY pendapatan mencapai miliaran rupiah tidak hanya disekitar lokasi acara tapi juga merambah kawasan Malioboro dan sekitarnya. Peran pemerintah dalam penyelenggaraan PBTY sangat besar. Tercatat hingga hari ini stan yang disediakan panitia sebanyak 125 hingga 140 telah terisi 110. Menurut panitia, nantinya setelah 2020 ajang pemilihan Cici dan Koko akan diselenggarakan dua tahun sekali.

Pelaksanaan PBTY yang sangat meriah dan menarik, tak mengherankan bila saat masuk area berjubel ribuan orang. Deretan kuliner khas Tionghoa banyak disajikan dan menjadi buruan pengunjung, selain itu di setiap sudut terdapat hiburan musik tradisional Tionghoa, atraksi liang liong dan sebagainya.

Pengunjung tak akan melewatkan melihat Rumah Budaya yang didalamnya dipamerkan perabot hingga pernak pernik masyarakat Tionghoa masa lalu seperti meja kursi, alat sembahyang, alat dapur dan pertunjukkan wayang potehi. Belum lagi berbagai lomba digelar yang diminati masyarakat. Semakin malam, semakin banyak pengunjung yang datang.

PBTY perlu dikunjungi apalagi bagi para pelajar karena dapat mengenal lebih dekat serta mempelajari budaya Tionghoa dan sejarahnya. Seperti jianzhi atau seni memotong kertas menjadi bentuk yang indah. Juga ada shufa atau seni menulis huruf yang indah penuh makna. Shufa tak hanya sebagai lukisan huruf tapi seni yang bernilai tinggi.

Pengunjung juga akan mengetahui asal makanan sehari-hari seperti bakpao, bakcang, siomay, mie, bakso dan sebagainya. Makanan yang berasal dari Tiongkok telah disesuaikan dengan lidah masyarakat Jawa sejak jaman dulu. Catat tanggal dan pelaksanaan PBTY XV yang pastinya meriah tidak hanya sebagai ajang budaya tapi juga edukasi. Berikut beberapa postingan foto kemeriahan PBTY tahun lalu dari IG PBTY Official. (AV)

Leave A Reply

Your email address will not be published.