Taman Imlek Pecinan Jamthang Ingatkan Warga Perantauan Pulang Ke Kampung Halaman

0 79

Singkawang-Harian InHua

 Tahun Baru Imlek 2571 Tiba, warga Tionghoa di Kota Singkawang pun bersukacita. Mereka mengekspresikan kegembiraan menyambut hari nan bahagia itu, dengan melakukan berbagai persiapan yang berkaitan dengan datangnya musim semi itu.

 Salah satunya seperti dilakukan warga Tionghoa di kawasan Pecinan Jamthang Kaliasin, Kelurahan Sedau, Kecamatan Singkawang Selatan, Kota Singkawang yang menghiasi pohon bunga Mei Hua raksasa.

 Ng Sau Cung, Ketua Rt 22 Rw 04, Kaliasin dikonfirmasi Harian InHua menuturkan, tradisi merangkai pohon bunga Mei Hua telah menjadi sebuah tradisi setiap tahunnya menjelang perayaan Tahun Baru Imlek.

 “Pohon bunga Mei Hua ini tidak hanya sekadar pelengkap dekorasi taman Pecinan Jamthang dalam menyongsong perayaan Tahun Baru Imlek, tapi juga sebagai simbol berkah dan pengharapan, kegembiraan, kesuksesan, dan kesejahteraan. Karena keunikannya, kami merangkainya dengan ditambahi berbagai aksesoris, seperti angpao dan lampion yang dibuat dari kertas berwarna merah dengan ukuran kecil sebagai pelengkap dekorasi,” kata Ng Sau Cung kepada Harian InHua, Rabu 8 Januari 2020.

 Disampaikannya, saat ini pihaknya bersama seluruh warga Pecinan Jamthang, sudah selesai memasang empat pohon Meihua raksasa dan dua pohon merah serta sejumlah lampion sebagai symbol kemakmuran.

 “Kami memanfaatkan pohon-pohon yang sudah kering yang banyak tumbuh di sekitar bukit Kaliasin, kemudian dihiasi dengan bunga Mei Hua yang banyak dijual di toko aksesori Imlek. Selain menghias pohon Mei Hua, warga Pecinan Jamthang disini juga menghiasi rumah dengan lampion dan ornamen khas Imlek lainnya, sehingga suasana terasa begitu semarak,” kata Ng Sau Cung.

 Ia menuturkan dalam perayaan Tahun Baru Imlek tahun ini, tidak jauh berbeda dengan tahun sebelumnya. Hanya terlihat perbedaan dengan dibangunnya gerbang Pecinan Jamthang, sebagai simbol kawasan Cagar Budaya.

 “Untuk persiapan membangun taman pohon Mei Hua raksasa dan gerbang Pecinan Jamthang ini, sudah kami lakukan jauh-jauh hari. Secara umum, taman Mei Hua di tahun ini, hampir sama seperti tahun-tahun sebelumnya. Bedanya sekarang ada gerbang baru saja,” tukasnya.

 Perayaan Tahun Baru Imlek adalah tradisi masyarakat Tionghoa yang dilakukan secara turun menurun menjelang pergantian penanggalan kalender lunar. Falsafah Imlek adalah saling menghargai dan saling mengasihi antar sesama umat manusia.

 “Warga Tionghoa di kawasan Pecinan Jamthang ini, sangat menjunjung tinggi budaya leluhur. Hal ini dibuktikan dengan dibangunnya taman bunga Mei Hua setiap tahunnya menjelang perayaan Imlek. Saya mewakili semua masyarakat Hakka Kota Singkawang, mengucapkan selamat merayakan Tahun Baru Imlek. Semoga Imlek tahun ini membawa berkah kedamaian, kebahagiaan, kesuksesan dan kesejahteraan bagi seluruh masyarakat. Semoga di Tahun Baru Imlek 2571 ini, kehidupan masyarakat selalu rukun dan harmonis serta saling menjunjung tinggi toleransi,” harapnya.

 Pada perayaan Tahun Baru Imlek tahun ini, Perkumpulan Hakka Kota Singkawang akan menggelar acara pemilihan Ako Amoi Hakka ke-3 yang akan dilaksanakan didalam bangunan replika Pagoda Raksasa, Stadion Kridasana dan Atrium Singkawang Grand Mall.

 Esensi tahun baru Imlek adalah menyampaikan kebaikan kepada orang lain dan mengharapkan orang lain juga melakukan kebaikan penuh berkah.

(Rio Dharmawan)

Leave A Reply

Your email address will not be published.