Syukuran gedung HTK Surabaya

0 16

InhuaOnline,Surabaya – Tak terasa usia Perkumpulan Hwie Tiauw Ka Surabaya akan menginjak usia 200 tahun. Bertepatan dengan Sembahyang Dongzhi, para pengurus menggelar selamatan renovasi Gedung HTK di Jalan Slompretan no. 58 Surabaya pada Sabtu 21 Desember 2019 lalu.

Syukuran dilaksanakan tepat pukul 10 pagi dipimpin Sumali, Modin setempat. Alie Handojo Ketua HTK mengatakan pada awal sebelum renovasi gedung dimulai, dilakukan syukuran dengan budaya Jawa, dan setelah pembangunan renovasi selesai, tetap dilakukan syukuran dengan adat Jawa mengundang Modin untuk memimpin selamatan tumpengan.

Selesai doa yang dipimpin Modin, Alie Handojo memberikan potongan tumpeng kepada Jayapranata Ketua HTK terpilih periode 2019 – 2022. Seluruh pengurus dan anggota perkumpulan menghadiri acara selamatan gedung dan sembahyang Dongzhi dengan khidmat.

Pada kesempatan itu, Ali Handojo menjelaskan renovasi gedung memakan waktu 9 bulan. Dikembalikannya interior gedung HTK di Jalan Slompretan ke asal semula untuk menyambut peringatan 200 tahun berdirinya Perkumpulan HTK Surabaya, jelas Alie Handojo.

Sedangkan yang merancang interior gedung HTK dari Universitas Kristen Petra Surabaya. Alie Handojo tidak menampik jika interior gedung HTK tidak sama persis dengan aslinya, ada penambahan besi untuk memperkuat dan penggantian kayu yang  telah lapuk.

“Tapi secara keseluruhan diupayakan sama persis. Dekorasi interior gedung HTK juga sisa peninggalan lama yang dicat kembali dengan warna coklat tua perpaduan emas. Demikian pula dengan tekel lantai dipilih mirip jaman dahulu, sehingga gedung terasa kental bernuansa tempo dulu,” imbuhnya.

Menariknya tekel pertamakali gedung HTK berdiri masih bisa disaksikan juga saat ditumpuki dengan tekel warna putih dan selanjutnya warna coklat. Tekel bersejarah tersebut berada di samping kiri pintu masuk dan diberi kaca sebagai penanda sejarah. Demikian pula dengan interior ukir yang ada dalam gedung masih asli hanya dicat baru.

“Tekel juga kami upayakan seperti jaman dulu, tapi tidak sama persis. Hanya mendekati saja. Sebelumnya tekelnya putih, lalu kami ganti,” jelas Alie Handojo yang menerangkan keberadaan lantai dua Gedung HTK Slompretan tetap dipertahankan.

Tepat pukul 12 siang, pengurus melakukan doa dongzhi yang dipimpin Alie Handojo didampingi para pengurus. Pembacaan doa-doa dan rasa syukur kepada para leluhur dibacakan pengurus. Setelah doa selesai, seluruh pengurus menikmati hidangan minuman ronde dan sajian kambing ronde yang khas Hakka. Bapak Hendra Juwono menyumbang siobak dan udang goreng, demikian pula dengan pengurus lain juga menyumbang makanan yang disajikan.

Kebersamaan Perkumpulan Hwie Tiauw Ka Surabaya hingga kini terus dijalankan dan diikuti generasi mudanya. HTK menjadi salah satu contoh perkumpulan di Surabaya yang tertua namun selalu menunjukkan keguyuban, kekompakkan dan menjaga harmonisasi dengan seluruh lapisan masyarakat. (AV)

 

 

 

Leave A Reply

Your email address will not be published.