Sukseskan JatimMenuju Industri 4.0, Start Up Festival 2019 Gandeng Pelaku Industri Kreatif

0 13

InHua,Surabaya – Industri Kreatif dan Digital berkontribusi sebesar 7,44% terhadap PBD Nasional. Di Jatim, industri kreatif menyumbang 54 triliun per tahun terhadap PDRB. Pentingnya industri kreatif dan digital di era 4.0, Wagub Jatim pun berpesan agar startup mampu bersinergi, karena digital memungkin sesuatu terjadi. Memiliki usaha yang bagus dan berdaya saing dengan harga kompetitif tapi tidak memahami teknologi digital maka tidak akan terkenal, tutur Wagub Emil Dardak saat membuka Start Up Festival 2019 bertema ‘Youth Movement 4.0’ di Main Atrium Grand City, 24 – 27 Oktober.

Lebih lanjut Wagub Emil Dardak berharap startup dapat menjadi bola salju yang semakin lama membesar dan peran pemerintah sebagai pendorong. “Startup merupakan inisiatif baru yang berbasis digital berdaya saing. Startup dapat berdampak kepada penjualan yang konstan. Startup bisa scale up dan berkembang besar,” imbuh Emil yang mendukung pelaksanaan Start Up Festival 2019 guna memperluas pasar dan meningkatkan kreativitas serta memberi edukasi kepada masyarakat mengenai produk lokal dan digital era Industri 4.0.

Sementar itu, Ki Agus Firdaus selaku koordinasi kegiatan Start Up dan Digital Festival 2019 menyampaikan kegiatan tersebut sebagai langkah awal meningkatkan perkembangan Start Up dan Industri Kreatif berdaya saing pasar khususnya pada pusat pembelanjaan digital. “Mimpi kami membuat acara tingkat nasional bertujuan mengumpulkan semua ide dan gagasan kreatif anak-anak muda yang mampu menularkan semangat entrepreneurship,” tuturnya.

Yusuf Karim Ungsi pimpinan penyelenggara menjelaskan Start Up Festival Jatim sebagai kegiatan mendukung program pemerintah dalam rangka meningkatkan dan mempersiapkan SDM Indonesia Maju. Selaras dengan program Gubernur Khofifah Indar Parawansa yakni Nawa Bakti Satya, Jatim Berdaya dan Jatim Kerja untuk mempersiapkan SDM yang unggul dan mampu bersaing.

Start Up Festival diharapkan membuka kesempatan semakin banyak industri kreatif dan startup yang mendapat relasi konsumen juga buyer nasional maupun internasional, sehingga turut mendorong pertumbuhan ekonomi di sektor perdagangan, jelas Yusuf Karim Ungsi.

 

Start Up Festival Jatim diikuti 30 stand dari Disperindag Jatim, One Pesantren One Product (OPOP), Batu CreativeHub (BCH), Substitute Community, ToT, SCN Surabaya, Sidoarjo Creative (SIRIVE) Wira Usaha Baru (WUB), Forum Komunikasi Kopma Indonesia dan sebagainya.

Doding Ruslan dari projects.co.id mengungkapkan sebanyak 200 ribu worker dan owner tergabung didalamnya. “Projects.co.id didirikan lima tahun lalu yang seratus persen karya anak bangsa,” jelasnya di hadapan Wagub Emil Dardak dan para hadirin.

Demikian pula dengan Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (UNUSA) yang dipercaya Pemprov Jatim mengelola One Pesantren One Product (OPOP) bersama ITS dan ICBS turut berpartisipasi dalam Startup Festival 2019. OPOP dibangun dari tiga pilar yakni  santripreneur, pesantrenpreneur dan sociopreneur. OPOP mengenalkan semua produknya dikalangan pesantren baik santri, koperasi atau produk alumni. (AV)

Leave A Reply

Your email address will not be published.