Sucikan Hati dan Pikiran Melalui Pemandian Buddha Rupang

0 9

InhuaOnline, Singkawang – Malam perayaan hari Trisuci Waisak 2565 Buddhis Era, Rabu 26 Mei 2021 di Vihara Triratna Zhen Fo Zhong, Jalan P. Antasari, Kelurahan Pasiran, Singkawang berlangsung tertib dan khidmat.

Puluhan umat Buddha dengan mengenakan baju kaos kuning satu persatu memasuki ruang kebaktian dengan posisi duduk menghadap altar Buddha.

Masing-masing umat disiapkan kitab berisikan mantra-mantra serta kitab suci Sutra sebagai pedoman mereka dalam ritual keagamaan ini. Memandikan rupang Buddha atau bayi Siddharta menjadi salah satu ritual dalam perayaan Trisuci Waisak di Vihara Triratna.

Ritual pemandian rupang Buddha dilakukan setelah kebaktian dan pembacaan Paritta. Tak lupa mereka juga melantunkan mantra-mantra membersihkan ucapan, hati, dan pikiran.

Sebagai simbolik, diletakkan patung Buddha kecil di pintu masuk aula utama siap untuk menjalani ritual pemandian dengan air bunga. Usai kebaktian dan membacakan doa, dimulailah pemandian rupang Buddha yang diikuti secara bergilir umat di Vihara tersebut.

Prosesi Pemandian Buddha Rupang dilaksanakan dengan penerapan protokol kesehatan secara ketat. Umat yang hadir hanya dibatasi sekitar 25 persen dari kapasitas umum sebelum adanya Pandemi Corona.

Tabuhan genderang Hymne Ajaran Buddha dan lantunan Gatha Pendupaan membuka prosesi pemandian Rupang Buddha (Yi Fo).

Umat mengikuti ritual dengan penuh ketenangan dan khidmat pada sesi ini. Di umat yang datang, hadir pula Kasi Bimas Buddha Kantor Kementerian Agama Warsito beserta istri dan anak.

Fung Lie, pemimpin ritual dalam penyampaiannya mengatakan, Waisak merupakan hari suci yang selalu diperingati oleh seluruh umat Buddha, pada saat bulan purnama sidhi untuk memperingati tiga peristiwa penting yang terjadi pada diri sang Buddha Gautama, yaitu lahirnya Pangeran Siddharta pada tahun 623 SM, pencapaian penerangan agung Pertama Gautama menjadi Buddha di tahun 588 SM, dan pencapaian parinibana Buddha Gautama di tahun 543 SM.

“Waisak merupakan peringatan suci atas tiga peristiwa agung yang dialami sang Buddha semasa hidupnya. Tiga peristiwa agung itu adalah kelahiran Sidharta di Taman Lumbini, kedua pencapaian kesempurnaan sang Buddha, dan ketiga parinirwana sang Buddha mencapai Nirwana. Pemandian Buddha Rupang yang kami laksanakan pada malam Trisuci Waisak ini, dimaknai sebagai simbol menyucikan ucapan, pikiran, dan perbuatan. Air untuk memandikan rupang Buddha memaknai umat Budha harus suci lahir dan batin,” ujar Fung Lie.

Dalam kesempatan itu, dirinya mengajak kepada segenap umat Buddha yang hadir, untuk memaknai Waisak 2565 BE, tidak hanya merenungkan tiga peristiwa agnung yang dilamai oleh Buddha Gautama, tetapi hendaknya menjadikan momen perayaan Waisak sebagai penyadaran diri akan pentingnya mengaplikasi dan mempraktekan ajaran Buddha didalam kehidupan sehari-hari, melalui sikap dan prilaku yang luhur, moralitas dan mengembangkan cinta kasih dan kasih sayang kepada sesama.

Dalam prosesi ini juga hadir Kasi Bimas Buddha Kementerian Agama Kota Singkawang, Warsito. (Rio Dharmawan)

Leave A Reply

Your email address will not be published.