Wakil Rektor I UMM Syamsul Arifin mengatakan bahwa, Sri Mulyani dinilai turut serta dalam meletakkan landasan bagi pemajuan ekonomi Islam, salah satunya dengan mendukung kebijakan yang menunjang perkembangan ekonomi syariah.

“Selain itu, juga mendukung upaya membangun wajah Islam yang inklusif, dan sejalan dengan semangat kebhinekaan dalam bingkai NKRI,” kata Syamsul, di Kota Malang, Jawa Timur, Kamis.
Selain itu, Sri Mulyani juga dinilai turut mewujudkan pengembangan kualitas sumber daya manusia, peningkatan kapasitas riset, mendorong sinergi antara akademisi, industri, dan pemerintah atau otoritas dalam mengembangkan ekonomi syariah.

Dalam kesempatan itu, Rektor UMM Fauzan mengatakan bahwa sosok Sri Mulyani diharapkan mampu menjadi inspirasi bagi para mahasiswa. Sri Mulyani dinilai sebagai salah satu srikandi Indonesia yang menorehkan prestasi di dalam dan luar negeri.

“Sri Mulyani, adalah srikandi yang menurut kami adalah luar biasa luar dan dalamnya,” ujar Fauzan.

Saat ini, Sri Mulyani merupakan Ketua Umum Ikatan Ahli Ekonomi Islam (IAEI) periode 2019-2023, dan pernah mendapatkan penghargaan sebagai menteri terbaik dunia pada World Government Summit 2018.

Sri Mulyani memberikan orasi ilmiah untuk para mahasiswa UMM dalam upaya untuk memberikan pemahaman kondisi ekonomi terkini, tantangan perekonomian kedepan, dan memberikan penjelasan terkait Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Dalam orasi ilmiahnya, Sri Mulyani menyatakan bahwa sumber daya manusia yang berkualitas dan inovasi adalah faktor penentu dalam rangka mewujudkan visi Indonesia Emas 2045.

Pemerintah berkomitmen untuk mendorong perbaikan kualitas SDM dengan berbagai langkah dan terobosan pada program dan kebijakan.

“Saya senang bisa kembali ke sini. Saya rasa semangatnya baik untuk para mahasiswa, untuk memahami kondisi ekonomi terkini, tantangan kedepan, dan memperkenalkan peranan APBN keuangan negara kepada mereka,” ujar Sri Mulyani.