Singkawang Sambas dan Bengkayang Komitmen Membangun 3 Pintu Gerbang

0 20

InhuaOnline –  embangunan Pintu Gerbang bertujuan untuk menandai batas suatu wilayah, sebagai identitas daerah, dan memperindah kawasan Kabupaten dan Kota. Kota Singkawang yang memiliki luas wilayah 504 km2, selain dikenal sebagai daerah tujuan wisata dan pengembangan budaya, juga memiliki keberagaman etnis.

Sebagai visualisasi keindahan, khususnya di 3 wilayah perbatasan dengan Kabupaten Sambas, Kabupaten Bengkayang, dan Kabupaten Mempawah, sehingga perlu dilakukan penataan batas wilayah, agar tercipta kesan positif dari 3 wilayah itu.

Berkaitan dengan hal tersebut, maka dilakukanlah pertemuan 3 Kepala Daerah, yaitu Walikota Singkawang Tjhai Chui Mie, Bupati Sambas Terpilih Satono, dan Bupati Bengkayang Terpilih Darwis, pada Sabtu 21 Maret 2021, bertempat di Rumah Dinas Walikota, Jalan Kridasana, Kelurahan Pasiran, Singkawang Barat.

Walikota Singkawang Tjhai Chui Mie dalam kesempatan itu menuturkan, pembangunan 3 gerbang pintu masuk wilayah Singkawang, selain untuk mempertegas batas wilayah, juga untuk menunjukkan ciri khas masing-masing daerah, serta memperindah kawasan batas wilayah, dengan daerah lain yakni Kabupaten Sambas dan Kabupaten Bengkayang.

“Pembangunan pintu gerbang yang akan dibangun di Pasir Panjang Singkawang Selatan dengan Tanjung Gundul, Kelurahan Bagak Sahwa Singkawang Timur dengan Pakucing, Kabupaten Bengkayang, Kelurahan Semelagi Kecil Singkawang Utara dengan Semelagi Besar, Kecamatan Selakau, Kabupaten Sambas, adalah merupakan salah satu visi misi Pemkot Singkawang, yang sistem Detail Engineering Design,” ujar Tjhai Chui Mie..

Disampaikannya, pembangunan 3 pintu gerbang tersebut akan dilakukan dalam waktu dekat, dan direncanakan akhir tahun 2021 sudah bisa direalisasikan seluruh pembangunannya.

“Dalam pembangunannya kita serahkan kepada Ikatan Arsitek Indonesia (IAI) Kalbar untuk mendesainnya sehingga orang tahu bahwa ini karakternya Singkawang” tukasnya.

Apabila pembangunan gerbang di tiga pintu masuk kota sudah jadi, Tjhai Chui Mie berharap masyarakat setempat bisa menghargai, menjaga dan melestarikan budaya-budaya Indonesia khususnya di Kota Singkawang.
“Harapan saya, semoga apa yang kita rencanakan ini bisa terealisasi dengan cepat, dengan begitu kita bisa mewujudkan Singkawang sebagai kota pariwisata” tegasnya.

Secara filosofi, membangun Pintu Gerbang dapat diartikan sebagai penunjuk arah menuju ke suatu kawasan dan sebagai suatu simbol menuju kawasan masa depan yang cerah, makmur, gemar ripah loh jinawi, dan sukses bagi mayarakat yang tinggal di daerah tersebut.

“Sesuai tradisi masyarakat kita, setiap daerah berlomba membangun Pintu Gerbang di titik titk perbatasan daerah atau pintuk menuju ke suatu kawasan tertentu, dengan menonjolkan ciri khas artsitektur daerah masing-masing. Seiring perkembangan zaman, fungsi sebuah Pintu Gerbang tidak hanya sebagai petunjuk batas wilayah ke wilayah lainnya, tetapi lebih mengarah pada makna harga diri dan prestise sebuah daerah, bahkan saat ini Pintu Gerbang, juga telah menjadi Icon dan kebanggaan bagi suatu daerah tertentu, atau bisa jadi sebagai pintu masuk menuju destinasi wisata, khususnya daerah yang memilik potensi wisata maupun ekonomi yang menonjol, lebih berkarakter, artistik, inovatif, dan representatif. sebagai daya tarik daerah itu sendiri,” pungkasnya.(Rio Dharmawan)

Leave A Reply

Your email address will not be published.