SEMINAR INDONESIA ECONOMIC OUTLOOK 2020 – Omnibus law “ Lompatan besar dan terobosan peluang investasi dan Bisnis untuk Indonesia yang lebih baik”

0 65

InhuaOnline – AMI (Asosiasi Mainan Indonesia )bekerjasama dengan DJP (Direktorat Jenderal Pajak) dan BKPM (Badan Koordinasi Penanaman Modal) mengadakan seminar INDONESIA ECONOMIC OUTLOOK 2020 dengan tema Omnibus law “ Lompatan besar dan terobosan peluang investasi dan Bisnis untuk Indonesia yang lebih baik” yang bertempat di Pluit Room, Holiday Inn Express Pluit Jakarta Utara pada Kamis, 27 Feb 2020.

Pemandu Acara Taufik Mampuk, Wakil Sekjen AMI

Pemandu Acara Taufik Mampuk, Wakil Sekjen AMI membuka acara dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya bersama – sama dengan para hadirin yang hadir serta menjelaskan tema seminar, susunan acara seminar yang diselenggarakan juga mempersilahkan moderator acara seminar Eko Wibowo Utomo, Sekjen AMI memperkenalkan para nara sumber dengan terlebih dahulu mendengarkan sambutan dari Ketua Umum AMI, Sutjiadi Lukas.

Sambutan Ketua Umum AMI, Sutjiadi Lukas mengatakan bahwa seminar ini adalah seminarpertama yang diadakan di awal tahun 2020 Asosiasi Mainan Indonesia (AMI) membuka agendanya dengan seminar yang mana sesuai trend topik yang sedang hot dibahas adalah mengenai Omnibus Law.

Sambutan Ketua Umum AMI, Sutjiadi Lukas

Apa itu Omnibus law, adalah usaha dari pemerintah untuk membantu para pengusaha dengan cara memangkas, jadi ada beberapa peraturan daerah maupun peraturan pemerintah, UU yang dipangkas menjadi lebih mudah dan investasi di Indonesia bisa berkembang dan bersaing dengan dunia luar.

Apalagi Amerika sekarang ini menguatkan Indonesia dari Negara berkembang menjadi Negara maju, ini menjadi tantangan yang berat, ujar Lukas. Meskipun masih ada hambatan dari raja – raja kecil, tuan – tuan tanah di daerah, bupati, walikota, gubernur yang membuat kebijakan bertumpang tindih dengan UU yang berlaku, ini yang terjadi semoga dengan adanya omnibus law, pemangkasan UU yang ada bisa membantu para pengusaha.

Moderator Acara seminar Eko Wibowo Utomo, Sekjen AMI

Saya dapat banyak keluhan dari anggota mengenai ecommerce, banyak penjualan turun, bahkan toko-toko dan mall sepi, pemeritah membuat kebijakan baru, dari pihak beacukai, perdagangan, dan kementerian keuangan yaitu yang terkait untuk ecommerce yang dulunya perpengiriman diatas 72.000 sekarang menjadi 43.000 kena pajak PPN dan Bea Masuk, hal inilah terobosan aturan yang membantu pengusaha, Industri mainan adalah industri padat karya yang banyak menyerap tenaga kerja, pemerintah melihat pada sisi tersebut, jelas Lukas.

Nara sumber seminar Imam Soejoedi, Direktur Promosi Sektoral BKPM

Nara sumber sumber seminar Andik Tri Sulistiyono, Kepala Seksi Peraturan Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan Direktorat Peraturan Perpajakan I Ditjen Pajak (DJP) menjelaskan Rancangan Undang – undangan Omnibus law, ketentuan –ketentuan dan fasilitas perpajakan untuk penguatan perekonomian. Bagaimana peningkatan pendanaan investasi, sistem territorial untuk penghasilan tertentu dari luar negeri, penentuan subjek Pajak Orang Pribadi, mendorong Kepatuhan wajib pajak dan wajib bayar secara sukarela, menciptakan keadaan iklim berusaha di dalam negeri, dan pengaturan mengenai fasilitas perpajakan yang semua didorong untuk penguatan perekonomian untuk pembangunan nasional.

Nara sumber seminar Andik Tri Sulistiyono, Kepala Seksi Peraturan Ketentuan Umum dan Tata Cara
Perpajakan Direktorat Peraturan Perpajakan I Ditjen Pajak (DJP)

Nara sumber seminar Imam Soejoedi, Direktur Promosi Sektoral BKPM mengawali seminardengan memberikan pemaparan mengenai Ekonomi Global yang mengalami perlambatan karena adanya beberapa keadaan yang terjadi terutama penyebaran virus corona, sebab lainnya kisruh di Negara – Negara Amerika latin (Bolivia, Venezuela, Ekuador, Chile), Konflik di berbagai belahan dunia (Timur Tengah s/d Iran VS AS), Demonstrasi di Hongkong, Perang Dagang AS dan China, Keluarnya Kerajaan Inggris dari Uni Eropa).

Salah satu peserta seminar Jenny dari Toys Kindom memberikan pertanyaan kepada nara sumber

Dilanjutkan dengan Proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun 2020 dimana diproyeksikan 5,5 % dengan dilakukan perbaikan layanan investasi ke depannya yaitu adanya persiapan call center, menjemput dan memfasilitasi investor, Satgas penyelesaian investasi, dan Command Center. Adanya Omnibus Law Cipta Kerja yang mengatur 11 klaster yang membantu Investasi, UMKM-K dan Pemerintah serta adanya insentif fiskal.

BKPM melakukan strategi dengan adanya Key Performance Indicator (KPI) dalam meningkatkan investasi yakni perbaikan peringkat kemudahan berusaha, Eksekusi realisasi investasi besar, mendorong investasi besar dengan bermitra dengan pengusaha nasional yang ada di daerah serta UMKM, penyebaran investasi berkualitas, mendorong peningkatan investasi dalam negeri / PMDN termasuk UMKM, promosi investasi terfokus berdasarkan sektor dan Negara. BKPM memfasilitasi investasi industri Mainan salah satunya Pabrik Masterkidz di Provinsi Jawa Tengah.

Ardi Poeloengan, Import Marketing Division Head PT Anindya menjelaskan alur proses LSI dan
perkenalan Company Profile Anindya

Ardi Poeloengan, Import Marketing Division Head PT Anindya menjelaskan mengenai proses verifikasi ekspor dan impor, mulai dari inspeksi dan verifikasi yang melalui sistem aplikasi online, dimana PT Anindya sudah terakreditasi ISO 17020 sebagai lembaga inspeksi dan ISO 17025 Laboratorium Penguji serta sertifikasi ISO 9001, ISO 14001, dan OHSAS 18001 dengan jaringan nasional 14 kantor cabang, 9 laboratorium, dengan 581 karyawan ditambah jaringan international kantor cabang dan perwakilan di Singapore, Vietnam, Bangladesh, India, dan China dengan afiliasi surveyor Asing.

Ketua Umum AMI, Sutjiadi Lukas foto bersama dengan para pengurus dan anggota serta undangan
yang hadir setelah acara seminar Outlook

Nara sumber seminar Abra Talattov, Ekonom INDEF memberikan pemaparan mengenai kondisi ekonomi Indonesia 2020 dengan pemaparan kondisi saat ini, sampai dengan adanya omnibus law, cipta lapangan kerja hingga menuju Indonesia 2045 dengan mencapai USD 7 Triliun PDB agar Indonesia menjadi Negara Maju, dengan ekonomi berkelanjutan, dan masuk 5 besar Ekonomi Dunia. Dalam seminar juga diadakan diskusi dan tanya jawab dengan para nara sumber dan diakhiri dengan pemberian cinderamata kepada para nara sumber serta foto bersama.(SP)

 

Leave A Reply

Your email address will not be published.