Putra putri Hakka Bersama Happy Learning Mandarin Centre Menyelenggarakan Webinar “Melangkah Sukses Dalam Bisnis, Karier Dan Friendship Dengan Bahasa Mandarin”

0 27

InhuaOnline – Pada tanggal 11 Desember 2020Acara webinar yang diselenggarakan oleh Putra Putri Hakka Jakarta (PPHJ) dan Putra Putri Hakka Indonesia (PPHI), di dukung oleh Happy Learning Mandarin Centre dan disponsori oleh OPPO dengan tema “Melangkah Sukses dalam Bisnis, Karir dan Friendship dengan Bahasa Mandarin” telah dilaksanakan dengan meriah dan mencapai sekitar 80 peserta dan mendapatkan antusias dari peserta baik tionghoa atau non tionghoa.

Sebelum webinar dimulai, Ketua harian Hakka Jakarta Bapak Usman Effendi, Ketua Putra Putri Hakka Indonesia Bapak Jerry, dan Ketua Putra Putri Hakka Jakarta memberi kata sambutan. Selain itu, hadirnya Ibu Jeanne sebagai Sekjen PHIS, Bapak Asun, Bapak Hadi, dan Bapak Heru sebagai Wakil PPHJ juga turut meramaikan acara webinar kali ini.

Pada webinar kali ini Maria sebagai Moderator, Founder Happy Learning Mandarin Sherren dan Ketua Bahasa dan Sastra Mandarin PPHJ Benny sebagai pembicara. Topik pembicaraannya yang dibawakan Bapak Benny mengenai manfaat belajar Mandarin dalam hubungan bilateral antara Indonesia dan Tiongkok termasuk dampak positif dari penandatanganan kerjasama RCEP, dampak perkembangan teknologi China terhadap Indonesia, mendorong generasi muda untuk mengejar kesempatan, giat belajar mandarin.

Kemudian Ibu Sherren sebagai guru mandarin yang memiliki pengalaman bertahun-tahun sebagai penerjemah mandarin simultan, dengan sangat profesional menganalisa bagaimana belajar mandarin dengan baik, dan cara memecahkan berbagai permasalahan saat belajar mandarin.

Menanggapi topik hangat saat ini terkait RCEP, Laoshi Sherren mendorong semua orang untuk mengejar kesempatan bersejarah ini, meningkatkan pembelajaran mandarin, dan meningkatkan kompetensi diri. Selain itu perwakilan dari OPPO Sulawesi Bapak Herry juga mendorong semua orang untuk belajar mandarin dengan baik melalui pendeskripsiannya terkait bagaimana pengalaman perjalanan karir hidupnya dari level terendah setahap demi setahap hingga menjadi sangat sukses di OPPO dan menjadi perwakilan daerah karena memanfaatkan skill mandarin yang dimilikinya.

Setelah pembicara selesai menyampaikan topik pembicaraan, peserta dan teman-teman dari
segala penjuru secara aktif mengajukan pertanyaan dan responnya sangat antusias. Mereka
mengajukan pertanyaan mereka sendiri tentang masalah umum yang dihadapi dalam proses belajar bahasa Mandarin. Misalnya, di antara Mandarin Simplified dan Mandarin tradisional manakah yang harus dipelajari, bagaimana mempelajari kosa kata baru yang sulit, Jika berkeinginan menjadi guru bahasa Mandarin, level apa yang harus dicapai, bagaimana menjadi penerjemah yang hebat, dan lain nya.

Selain itu terdapat juga pertanyaan mengenai dampak hubungan bilateral Indonesia dan Tiongkok dari segi indutri dan penambangan.

Pada akhir webinar, Laoshi Sherren menambahkan bahwa belajar mandarin tidak ada jalan
pintas, perlu ketekunan dan komitmen , orang yang pesimis melihat kesulitan dalam peluang,
sedangkan orang yang optimis melihat peluang dalam kesulitan, masa depan adalah milik mereka yg menyiapkan hari ini. Dengan belajar mandarin kita bisa selangkah lebih awal menggapai kesuksesan, dan semoga kita semua bisa berprestasi dibidangnya masing masing.

Bapak Benny juga menambahkan bahwa belajar mandarin ibarat seperti hubungan pertemanan sehingga perlu menemukan interest point dan keunikan tersendiri dari bahasa mandarin itu. Ada pepatah mengatakan belajar atas dasar kegemaran akan membuat hasil pembelajaran lebih maksimal dibanding hanya sekedar ingin tahu saja. Dengan tidak adanya tekanan dalam pembelajaran, maka target kesuksesan pun akan dengan sangat mudah digapai.

Bapak Angga sebagai Ketua PPHJ memberi kesimpulan akhir berupa dorongan bagi sebagian dari kita sebagai Tionghua, mempelajari dan menyebarkan budaya Tiongkok, dan kemudian memberikan kontribusi antar hubungan bilateral Indonesia China.

Leave A Reply

Your email address will not be published.

%d bloggers like this: