Presiden Joko Widodo dan Sekjen PBB Secara Virtual Membuka Wolrd Habitat Day di Surabaya

0 5
InhuaOnline,Surabaya – Surabaya menjadi tuan rumah World Habitat Day selama dua hari, 5 – 6 Oktober 2020. Opening Ceremony WHD 2020 berlangsung di Taman Surya yang dilaksanakan secara fisik dan streaming visual.
Presiden RI Joko Widodo yang hadir secara virtual menyampaikan kehormatan bagi Indonesia, Kota Surabaya menjadi tuan rumah WHD 2020. “Rumah adalah kebutuhan dasar semua orang dan jadi benteng dalam hadapi berbagai resiko kesehatan, terutama saat pandemi.”
Antonio Guterrez Sekjen PBB dalam sambutannya secara virtual berharap dengan adanya UN Habitat ini, bisa memberikan solusi permukiman yang baik untuk semua pihak.
Wali Kota Surabaya menyerahkan penghargaan.(Foto.InhuaOnline/Avril)
Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini dalam kesempatan itu menceritakan kearifan lokal Surabaya menjadi kunci Surabaya dalam menekan penyebaran Covid19.
“Di Surabaya, kampung dipertahankan dan diperbaiki. Kampung kumuh kini setara dengan kawasan – kawasan lainnya karena sarana terpenuhi,” terang Risma.
Foto bersama Peserta WHD bersama Tri Rismaharini,(Foto.InhuaOnline/Avril)
Usai Opening Ceremony secara virtual, dilakukan pemberian penghargaan Scroll of Honour UN Habitat, baik di Surabaya maupun di lokasi lainnya. Di Surabaya, Wali Kota Risma memberikan penghargaan yang diserahterimakan kepada Amando G Alvarez Dubes Meksiko untuk Indonesia.
Usai penyerahan digelar pertunjukan penampilan kesenian menghibur delegasi yang hadir, maupun delegasi yang melihat melalui live streaming.
Pertunjukkan kesenian
World Habitat Day (WHD) diinisiasi PBB pada 1985 dan perayaan pertamanya tahun 1986. WHD sebagai salah satu upaya dalam merefleksi keadaan kota dan hak dasar semua untuk mendapatkan tempat berlindung yang memadai. WHD diperingati setiap Senin, minggu pertama pada bulan Oktober dan tahun ini jatuh pada 5 Oktober 2020.
Surabaya terpilih sebagai tuan rumah WHD ditetapkan pada 12 Februari 2020 di Abu Dhabi. Maimunah Mohd Sharif selaku Direktur Eksekutif UN-Habitat mengatakan Surabaya merupakan mitra penting bagi UN Habitat dan dapat membagikan banyak hal kepada kota atau negara lain melalui acara ini.
Mulai dari praktek nyata di lapangan yang berhubungan dengan pengembangan berkelanjutan sebuah kota. Surabaya menerima World Habitat Award pada 1992 melalui The Kampung Improvement Programme yakni program pembenahan lingkungan pemukiman guna hidup sehat dan layak huni.
Peserta WHD naik bus Suroboyo dan melihat pertunjukan Campur Sari.(Foto.InhuaOnline/Avril)

 

Selain itu pada tahun 2018, Wali Kota Tri Rismaharini menerima penghargaan Scroll of Honor Award salah satu penghargaan paling bergengsi di dunia. Penghargaan itu terkait kontribusi luar biasa di bidang urbanisasi.
Fokusnya adalah kontribusi terhadap perkembangan dan memperbaiki kehidupan perkotaan, mengelola pemukiman dan mengangkat kehidupan masyarakat miskin serta memastikan tidak seorang pun yang tertinggal. Penghargaan tersebut pertamakali diluncurkan pada 1989.
Terpilihanya Surabaya sebagai tuan rumah perayaan Hari Habitat Dunia membuat Wali Kota Risma sangat bangga karena Surabaya diperhatikan dunia. Menurutnya menjadi tuan rumah adalah pencapaian seluruh warga Surabaya yang harus melewati bidding dengan berbagai kota lain di seluruh dunia. Apalagi banyak kota di dunia yang menginginkan menjadi tuan rumah penyelenggaraan Hari Habitat Dunia.
Risma yang menjabat sebagai Presiden UCLG ASPAC menjelaskan acara perayaan Hari Habitat Dunia dibuka di halaman Balai Kota Surabaya ada pemberian penghargaan kepada 5 pemenang UN Habitat, yakni; Upcycle Africa, Uganda, Subang Jaya Municipal Council, Malaysia, Community Impact nepal, Kathmandu, Nepal, Ministry and of Housing and Cities, Colombia, dan ECOCASA, Mexico.
“Acara dihadiri kurang lebih 100 tamu dari berbagai negara dengan protokol kesehatan ketat, karena masih pandemi,” imbuh Risma.
Saat itu juga diluncurkan Platform The Urban Agenda oleh Direktur Eksekutif UN Habitat Maimunah Mohd. Sharif. Dilanjutkan Kampanye Permukiman untuk semua melalui cuplikan film pendek.
Pertunjukan campur Sari.(Foto.InhuaOnline/Avril)

 

Sebelumnya, pada Minggu (4/10) kemarin, peserta delegasi dari beberapa negara sudah datang ke Surabaya dan menjalani tes swab yang dilakukan Pemkot Surabaya di Bandara Juanda. Kemudian, mereka diajak ke taman kota naik bus Suroboyo. Pada malam harinya, para delegasi melihat pertunjukkan seni budaya Campur Sari. Jose David mengucapkan terimakasih karena berkesempatan melihat tarian dan nyanyian kebudayaan.
“Surabaya kota yang indah,” ujar pemenang Scroll of Honour Award dari Meksiko ini, dilansir dari @Bangga Surabaya. (AV)

Leave A Reply

Your email address will not be published.