Jakarta – Menteri Pertahanan (Menhan) RI Prabowo Subianto meluruskan isu yang menyebut dirinya membuat pernyataan bersama dengan Menteri Pertahanan Amerika Serikat Lloyd J. Austin III terkait klaim China di Laut China Selatan sebagai kabar yang tidak benar.

“Ya itu suatu statement, tetapi tidak ada joint statement (pernyataan bersama) dan tidak ada press conference (jumpa pers),” kata Prabowo Subianto menjawab pertanyaan wartawan saat ditemui di Kantor Kementerian Pertahanan RI, Jakarta, Kamis.

Pada pekan lalu Menhan RI Prabowo Subianto melawat ke Amerika Serikat untuk bertemu dengan Menhan AS dan menyaksikan acara penandatanganan dokumen kerja sama antara industri pertahanan Indonesia dan AS terkait pengadaan pesawat tempur F-15EX dan pesawat angkut Helikopter Sikorsky S-70M Black Hawk.

Dalam pertemuannya dengan Menhan AS, Prabowo membahas kelanjutan kerja sama pertahanan yang telah terjalin antara dua negara, termasuk menjajaki peluang memperluas cakupan kerja sama. Dua menteri itu juga membahas isu-isu keamanan di kawasan.

Selepas pertemuan itu, Kementerian Pertahanan AS pada Kamis (24/8) mengeluarkan siaran resmi yang menyebutkan dua menteri berbagi pandangan mengenai “klaim ekspansi maritim” China di Laut China Selatan. Dalam siaran resminya, Kementerian Pertahanan AS menyebut klaim itu inkonsisten dengan hukum internasional sebagaimana diatur dalam Konvensi Perserikatan Bangsa-Bangsa tentang Hukun Laut (UNCLOS).

Dalam siaran yang sama, Kementerian Pertahanan AS juga menyebut dua menteri mengutuk agresi Rusia di Ukraina.

Walaupun demikian, Prabowo menegaskan tidak ada pernyataan bersama selepas pertemuannya dengan Menhan AS.

“Yang penting, saya garisbawahi, kita (Indonesia) hubungannya sangat baik dengan Tiongkok (China). Kita saling menghormati dan saling pengertian. Itu saya sampaikan di Amerika. Kita sangat sahabat dengan Tiongkok, kita sangat hargai Amerika dan kita bersahabat dengan Rusia. Posisi Indonesia sangat jelas kita adalah non-aligned. Kita adalah non blok. Kita adalah bersahabat dengan semua negara,” kata Menhan Prabowo.

Dalam kesempatan yang sama, dia menyebut rencananya juga berkunjung ke Moskow, Rusia, dan Beijing, China pada tahun ini,

“Saya akan ke Moskow, saya dapat undangan juga ke Beijing pada Oktober. Insya Allah saya diundang ke sana, dan kita ingin menjadi sahabat semua negara, bahkan kita mungkin bisa menjadi jembatan di antara semua,” kata Prabowo.