Bekasi – Kepolisian Negara Republik Indonesia menyesuaikan rekayasa lalu lintas arus balik Lebaran dengan mengubah skema one way nasional menjadi one way sepenggal di jalur tol utama, menyusul melandainya volume kendaraan pascapuncak arus balik.
Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo dalam ke mengatakan perubahan skema dilakukan berdasarkan evaluasi indikator kepadatan lalu lintas berbasis volume capacity ratio (V/C ratio) yang dipantau secara real time dari pusat kendali.
“Untuk Gerbang Tol Kalikangkung saat ini kita sedang bergeser dari one way nasional akan kita ubah menjadi one way sepenggal,” katanya di Bekasi, Jawa Barat, Rabu.
Ia menjelaskan, keputusan tersebut diambil setelah puncak arus balik yang terjadi pada Selasa (24/3) malam dengan jumlah 256.338 kendaraan, lebih tinggi dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebanyak 223.163 kendaraan.
Secara kumulatif, hingga Selasa siang tercatat sekitar 2.040.000 kendaraan telah kembali masuk ke Jakarta, dari total 2.521.229 kendaraan yang sebelumnya meninggalkan ibu kota saat arus mudik.
Data tersebut menunjukkan masih terdapat ratusan ribu kendaraan yang belum kembali, sehingga rekayasa lalu lintas tetap dilakukan secara dinamis untuk menghindari kepadatan lanjutan.
Kapolri menegaskan, perubahan dari one way nasional ke one way sepenggal merupakan bagian dari strategi penguraian arus secara bertahap agar distribusi kendaraan lebih merata.
“Namun demikian kita tetap terus waspada apabila nanti terjadi bangkitan yang tinggi, mau tidak mau kita akan menyesuaikan,” ujarnya.
Selain itu, Polri juga memprediksi potensi puncak arus balik susulan masih dapat terjadi pada 28 dan 29 Maret, sehingga pengawasan dan rekayasa lalu lintas akan terus disesuaikan dengan perkembangan di lapangan.
Langkah adaptif ini diharapkan mampu menjaga kelancaran arus balik sekaligus menekan risiko kemacetan dan kecelakaan lalu lintas di jalur tol utama.