Pernyataan JK Soal Kekosongan Kepemimpinan Tuai Banyak Kritikan

0 20

Jakarta – Mantan Wakil Presiden RI Jusuf Kalla (JK) angkat bicara perihal maraknya dukungan kepada Imam Besar FPI, Habib Rizieq Shihab.

Jusuf Kalla mengatakan, persoalan yang tengah menyeret Habib Rizieq saat ini tidak lain disebabkan oleh kekosongan kepemimpinan yang dapat menyerap aspirasi publik.

“Kenapa masalah Habib Rizieq begitu hebat permasalahannya sehingga polisi tentara turun tangan, seperti hadapi sesuatu yang guncang. Kenapa?” ujar Jusuf Kalla, Minggu, (22/11)

Hal itu diungkapkannya dalam acara Webinar Kebangsaan Partisipasi Masyarakat Sipil dalam Membangun Demokrasi yang Sehat, dikutip dari tayangan video kanal YouTube PKS TV.

“Menurut saya karena ada kekosongan kepemimpinan yang dapat menyerap aspirasi masyarakat secara luas. Ada kekosongan itu,” imbuh dia.

Kekosongan kepemimpinan sebagaimana dimaksud Jusuf Kalla membuat masyarakat mencari sosok pemimpin alternatif.

Jusuf Kalla menyinggung nama Imam Besar FPI Habib Rizieq.

“Begitu ada pemimpin yang karismatik, katakanlah karismatik, atau berani berikan alternatif, maka orang mendukungnya,” kata Jusuf Kalla.

Pernyataan Jusuf Kalla tersebut sontak ramai beredar di linimasa Twitter.

Tak ayal, pernyataan tersebut lantas ditanggapi sejumlah tokoh lainnya.

Sejarawan JJ Rizal dengan mengutip salah satu artikel berita mengatakan, kepemimpinan tidak pernah ada lantaran tidak pernah dibuat oleh pemimpin sejak setengah abad yang lalu.

“Gimana ada kepemimpinan jika tidak pernah dibuat ada pemimpin. Sejak setengah abad lalu lebih yang ada hanya kroni yang melahirkan para medioker, modus berpikirnya bukan apa yang benar tapi apa yang untung, hasilnya elite yang membawa wabah hipokrit, munafik dari kaum agama sampai ilmuwan,” tandas JJ Rizal.

Selain JJ Rizal, eks politisi Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Dedek Uki juga mengomentari pernyataan Jusuf Kalla itu.

Lewat akun Twitter @Uki23, dia menuntut pengakuan dari Jusuf Kalla.

“Buat sebagian, opini Pak JK diarahkan ke Pak Anies, buat sebagian lain diarahkan ke Pak Jokowi. Buatku, FPI sengaja diciptakan dan dipelihara pihak tertentu untuk jadi ‘anjing penggigit’ dan vote getter. Ngaku aja lah Pak JK,” tegas Dedek Uki.

Sementara itu, Ferdinand Hutahaean mengaku tidak sepakat dengan pernyataan Jusuf Kalla.

Menurutnya, fenomena Habib Rizieq belakangan ini tidak ada hubungannya dengan kekosongan kepemimpinan.

“Tidak ada fenomena, tidak ada kekosongan kepemimpinan. Pak JK berlebihan menilai sesuatu. Yang terjadi itu hanya sekelompok yang kecewa karena kalah dalam kontestasi demokrasi sehingga melakukan pembangkangan dan berupaya mengaduh-aduk situasi,” ucap Ferdinand Hutahaean lewat akun Twitter miliknya.

 

Leave A Reply

Your email address will not be published.